TribunJatim/

Wanita Melahirkan di Pinggir Jalan Ternyata Kabur dari UPT Rehabilitasi Sosial Madiun

Ia dan sejumlah petugas dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya sudah mencoba mencari di sekitar Madiun-Ponorogo namun tidak ketemu.

Wanita Melahirkan di Pinggir Jalan Ternyata Kabur dari UPT Rehabilitasi Sosial Madiun
(Surya/Rahadian bagus)
Petugas dari UPT Rehabilitasi Bina Karya Sosial menjemput Yati di RSUD Caruban 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wanita tanpa identitas yang mengegerkan Warga Desa Pule, Kecamatan Sawahan karena melahirkan bayi di pinggir jalan pada Jumat (10/11/2017) lalu, ternyata binaan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya, Madiun.

Kasi Pelayanan Sosial di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya, Didik Maryanto mengatakan wanita itu merupakan kliennya yang kabur sejak Senin (6/11/2017) seminggu yang lalu.

Ia dan sejumlah petugas dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya sudah mencoba mencari di sekitar Madiun-Ponorogo namun tidak ketemu. Hingga akhirnya ditemukan warga Desa Pule sedang melahirkan di pinggir jalan.

"Dia ini klien kami, kondisinya menggalami gangguan psikotik, dan mengalami cacat tuna rungu dan tuna wicara," kata Didik saat menjemput wanita tanpa identitas itu di di RSUD Caruban, Madiun, Senin (13/11/2017) siang.

Ia mengatakan, sehari-hari wanita tanpa identitas yang diperkirakan berusia 25 tahun ini dipanggil Yati. Wanita ini merupakan gelandangan yang terjaring pada saat operasi penertiban Dinas Sosial Nganjuk.

"Dia kena garuk pada saat operasi yang dilakukan Dinas Sosial Nganjuk, kemudian diserahkan kepada UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya milik Provinsi Jatim, yang berada di Madiun,"jelasnya.

Ia menuturkan, Yati diserahkan ke UPT Rehabilitasi Bina Karya Sosial sejak awal Januari 2017. Sedangkan kehamilannya diketetahui petugas, ketiga kandungan sudah berusia sekitar tiga bulan.

"Infotmasinya, ini merupakan hamil yang kedua. Sebelumnya, wanita ini sudah pernah melahirkan, dan anaknya diadopsi orang lain," jelasnya.

Dikatakan Didik, belum diketahui siapa pria atau ayah kandung bayi yang baru saja dilahirkan Yati. Petugas kesulitan karena Yati tidak dapat diajak berkomunikasi layaknya orang normal.

"Karena kondisinya bisu tuli saat saya tanya siapa yang melakukan, dia hanya mengatakan seorang pria berkumis yang kerjanya menyopir, menggunakan bahasa isyarat. Diprediksi pelakunya mungkin sopir angkot atau apa. Karena dia pernah ditemukan sedang berjalan-jalan di sekitar Pasar Songgolangit di situ kan banyak angkot yang mangkal," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help