TribunJatim/

Mengejutkan, Inilah Pengakuan Dua Pasang Pelajar di Kediri Terjaring Razia,Ternyata Sering ini . . .

Nur Khamid mengaku sangat prihatin dengan perilaku para pelajar yang telah melanggar norma dengan melakukan sex bebas.

Mengejutkan, Inilah Pengakuan Dua Pasang Pelajar di Kediri Terjaring Razia,Ternyata Sering ini . . .
Surya/Didik Mashudi
Pasangan pelajar masih berseragam yang terjaring razia di dalam kamar kos Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, Selasa (14/11/2017). 

Sedangkan tiga pasangan dewasa bukan berstatus suami istri yang ditemukan petugas di kamar kos masing-masing, NP (20) dan ES (23) keduanya warga Desa Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Kemudian GPS (25) warga Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung bersama dengan DOA (23) warga Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Sementara MR (19) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri bersama CD (19) warga Jl Mastrip, Kota Kediri.

Ke 5 pasangan berstatus bukan suami istri yang ditemukan berduaan di dalam kamar kos milik Mardi dan Yuni keduanya di Kelurahan Bangsal, Gang Makam, Kota Kediri.

Baca: 300 Rumah di Pulau Giliyang Sumenep Madura Mulai Nikmati Listrik PLN

Nur Khamid juga menegaskan, pihaknya bakal memberikan sanksi kepada pengelola tempat kos yang melakukan pembiaran tempat kosnya untuk berbuat mesum.

Sanksi ini telah diberikan kepada tiga pengelola tempat kos yang terjaring razia. Kasus terakhir petugas memasang segel di tempat kos Warung Tani di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren.

Karena saat melakukan razia di rumah kos Warung Tani pada Kamis (2/11/2017) lalu ditemukan seorang pengedar narkoba atas nama Saifudin Arif (31) warga Pasuruan dan satu pasangan kumpul kebo We (25) dan Mus (29) warga Kota Kediri dan Tulungagung.(Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help