TribunJatim/

Pengendara Motor 'Rebutan' Jalan di Desa Wonosari Kediri

Menurut Mujiono imbas dari perbaikan jalan yang tak kunjung selesai itu berdampak pada aktivitas warga setempat.

Pengendara Motor 'Rebutan' Jalan di Desa Wonosari Kediri
Surya/Mohammad Romadoni
Pengguna jalan harus bersabar antre saat melewati perbaikan jalan di Desa Wonosari. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebagian warga mulai mengeluhkan terkait proses perbaikan jalan di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang terkesan berjalan lambat.

Warga setempat bernama Mujiono (37) mengatakan, perbaikan jalan rusak di desanya itu sudah berjalan sekitar satu bulan lamanya. Namun hingga kini proyek perbaikan jalan itu tak kunjung tuntas.

"Jalannya rusak parah nggak tahu kapan selesai perbaikannya," tutur Mujiono dijumpai di lokasi, Selasa (14/11/2017).

Menurut Mujiono imbas dari perbaikan jalan yang tak kunjung selesai itu berdampak pada aktivitas warga setempat.

Pasalnya, saat kendaraan berukuran jumbo lewat membuat debu di jalanan berterbangan yang berpotensi menimbulkan polusi udara.

Apalagi, saat cuaca panas debu yang ditimbulkannya itu akan sangat tampak ketika jalan itu dilalui kendaraan.

"Kacau saat nggak hujan banyak debunya di jalan itu," kesalnya.

Ternyata tak hanya itu, kata dia, tampak perbaikan juga dirasakan oleh pengguna jalan yang melintas di jalan desa setempat. Sebab, hanya satu jalur jalan yang bisa dilalui.

Bahkan, mereka pengguna jalan saling 'royokan' (berebut) ketika melewati jalan itu.

Terkadang, sambungnya, pengguna jalan tidak ada yang mau mengalah mereka berebut melewati jalan dalam kondisi baik. Sedangkan, yang mengalah harus melewati jalan dalam kondisi rusak berat.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help