TribunJatim/

Pengendara Motor 'Rebutan' Jalan di Desa Wonosari Kediri

Menurut Mujiono imbas dari perbaikan jalan yang tak kunjung selesai itu berdampak pada aktivitas warga setempat.

Pengendara Motor 'Rebutan' Jalan di Desa Wonosari Kediri
Surya/Mohammad Romadoni
Pengguna jalan harus bersabar antre saat melewati perbaikan jalan di Desa Wonosari. 

"Ketika dua kendaraan dari arah berlawanan simpangan tidak ada yang mau ngalah maunya ingin melewati jalan yang kondisinya masih baik," jelas Mujiono.

Warga setempat, Toima (70) menambahkan hal itu membuat banyaknya terjadinya kecelakaan di jalan itu.

Sepengetahuannya, dalam satu bulan terakhir ia menjumpai tiga kecelakaan di lokasi itu yang disebabkan senggolan antar kendaraan bermotor karena pengguna jalan yang tidak mau mengalah.

"Sering kecelakaan disini malah ada yang meninggal," ucap Toima.

Pria yang bekerja sebagai petani itu berharap pemerintah daerah agar segera merampungkan proyek perbaikan jalan itu supaya aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Menurut dia, imbas perbaikan jalan itu juga dirasakan oleh sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi.

"Ada pedagang harus pindah ke sisi jalan karena banya debu," ungkapnya.

Baca: 13 Siswa di Turen Keracunan, Sempat Rasakan Pahit Usai Konsumsi Minuman Kemasan

Pantauan di lapangan, perbaikan jalan rusak sejauh sekitar 300 meter itu selalu ramai dilalui kendaraan bermotor karena merupakan jalan alternatif ke Simpang Lima Gumul (SLG).

Pada kedua sisi batas tidak ada tulisan imbauan adanya perbaikan jalan. Apalagi minimnya lampu penerangan pada malam hari membuat di area jalan itu sangat gelap.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help