TribunJatim/

Setahun Penelitian Hingga ke Belanda, Buku Sejarah Madiun Akhirnya Diterbitkan

Buku sejarah mengenai Kabupaten Madiun ini merupakan buku ketiga yang diterbitkan Pemkab Madiun.

Setahun Penelitian Hingga ke Belanda, Buku Sejarah Madiun Akhirnya Diterbitkan
(Surya/Rahadian bagus)
Bupati Muhtarom berdiskusi dalam talkshow dan bedah buku Madiun Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan Abad XIV hingga Awal Abad XXI akhirnya diterbitkan. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah setahun melakukan pengumpulan data dan penelitian selama setahun, buku berjudul Madiun Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan Abad XIV hingga Awal Abad XXI akhirnya diterbitkan.

Buku setebal 451 berisi sejarah Kabupaten Madiun itu diterbitkan Pemerintah Kabupaten Madiun yang bekerjasama dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada

Buku sejarah mengenai Kabupaten Madiun ini merupakan buku ketiga yang diterbitkan Pemkab Madiun.

Sebelumnya, sudah ada dua buku sejarah yang resmi diterbitkan Pemkab Madiun.

Buku yang pertama berjudul "Sejarah Kabupaten Madiun". Buku pertama setebal 491 halaman ini diterbitkan Pemerintah Daerah Tingkat II Madiun pada 1980.

Kemudian buku kedua berjudul "Menelusuri Jejak Sejarah Masa Lalu. Sekilas Sejarah Kabupaten Madiun" diterbitkan oleh Pemkab Madiun bekerjasama dengan Puskakom Surabaya. Buku setebal 164 halaman ini diterbitkan pada 2005.

"Motivasi pembuatan buku sejarah ini, saya melihatnya yang sudah ditulis sebelumnya tidak menggunakan refrensi yang lengkap. Saya khawatir dengan kecerdasan masyarakat yang seperti ini. Justru kalau tidak ada refrensu yang otentik maka dianggapnya pembohongan publik, ini tidak boleh terjadi," kata Bupati Muhtarom usai acara talkshow dan bedah buku Sejarah Madiun, di Pendopo Mejayan, Selasa (14/11/2017) siang.

Muhtarom menuturkan, harapannya buku ini bisa menjadi buku induk sebagai dasar untuk menggali nilai-nilai historis perjalanan sejarah Kabupaten Madiun bagi masyarakat, dan menjadi landasan pengetahuan bagi pengampu kekuasaan di kabupaten Madiun sebagai cermin pengembangan daerah.

"Harapannya buku ini bisa menjadi dasar ilmiah bagi pemahaman sejarah Madiun yang masih banyak diselubungi dengan mitos dan kepercayaan yang tidak jelas sumbernya," jelasnya.

Dia menambahkan, buku ini juga menjadi sumber acuan bagi pengembangan penelitian lebih lanjut tentang sejarah Kabupaten Madiun yang akan berguna bagi kepentingan pendidikan dan kebudayaan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help