TribunJatim/

Unjuk Gigi di Ajang Civil Week 2017, Tiga Mahasiswa UK Petra Manfaatkan Limbah Marmer Jadi Beton

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UK Petra Surabaya nmemanfaatkan hasil limbah pemotongan marmer menjadi beton.

Unjuk Gigi di Ajang Civil Week 2017, Tiga Mahasiswa UK Petra Manfaatkan Limbah Marmer Jadi Beton
TRIBUNJATIM.COM/ISTIMEWA
Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) memanfaatkan hasil limbah pemotongan marmer menjadi beton di kompetisi Civil Week 2017 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya nmemanfaatkan hasil limbah pemotongan marmer menjadi beton.

Mereka adalah Stella Patricia Angdiarto, Favian Sebastiano, dan Gho Danny Wahyudi yang menciptakan inovasi ini dan dituangkan dalam sebuah kompetisi Civil Week 2017 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

“Kami mencoba menggantikan pasir dengan limbah marmer sebanyak 30% dan hasilnya sangat bagus, pada saat semifinal uji kekuatan beton ini mencapai 14,474 MPa sedangkan pada saat final mencapai 10 MPa. Meskipun demikian, hasil kami masih lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya,” ujar Favian melalui rilis, Selasa (14/11/2017).

( Begini Kerennya NCT Dream Saat Cover Dance Black Suit Milik Super Junior, Siapa Lebih Jago? )

Dalam kompetisi ini, para peserta diminta untuk membuat beton yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, serta tidak mengabaikan aspek atau nilai sosial yang menekankan terobosan baru saat pemilihan materialnya dalam waktu satu hari bersifat Self Compacting Concrete atau beton yang dapat memadat sendiri.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat beton yang baik biasanya terdiri dari semen, kerikil, pasir, dan air.

Akan tetapi Stella dan tim mencoba memikirkan hal yang baru.

Akhirnya, inovasi yang dipilih menggantikan pasir yaitu dengan limbah marmer.

Limbah marmer ini memiliki tekstur serbuk halus yang mirip dengan semen, sehingga limbah marmer bisa mensubstitusi pasir hingga 30%.

Manfaatnya dari penggunaan limbah marmer ini tidak mengeruk atau menggunakan Sumber Daya Alam (SDA) akan tetapi memanfaatkan limbah dari pemotongan marmer yang banyak sekali jumlahnya.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help