Ciptakan Keluarga Berkualitas, BKKBN Sosialisasikan KIE Kreatif di Glagah Banyuwangi

Satu di antara tujuan dari program Keluarga Berencana adalah demi menciptakan keluarga yang berkualitas.

Ciptakan Keluarga Berkualitas, BKKBN Sosialisasikan KIE Kreatif  di Glagah Banyuwangi
Istimewa
Nihayatul Wafiroh usai melakukan sosialisasi KIE Kreatif di Glagah, Banyuwangi, Minggu (19/11/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Satu di antara tujuan dari program Keluarga Berencana adalah demi menciptakan keluarga yang berkualitas.

Hanya keluarga berkualitas yang memiliki masa depan cerah dikemudian hari.

Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Tahun 2017 pada masyarakat di Kecamatan Glagah tepatnya di Dusun Wonosari Desa Taman Suruh.

Ketua Panitia penyelenggara Abdul Halim mengatakan bahwa program KIE Kreatif merupakan salah satu cara yang gencar dilakukan oleh BKKBN dalam mensosialisasikan program-program BKKBN kepada masyarakat luas.

 "Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini juga menjadi salah satu cara yang efektif untuk mensosialisasikan program-program BKKBN langsung kepada masyarakat. Selain tentunya juga ada banyak kegiatan lain yang ikut menopang program-program dari BKKBN," kata Halim dalam keterangan persnya di Banyuwangi, Minggu (19/11/2017).

 Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX Dapil Jawa Timur III Nihayatul Wafiroh yang ikut dalam sosialisasi tersebut menyatakan bahwa masyarakat harus menyadari dan menghindari pernikahan dini.

Pasalnya, pernikahan dini menjadi salah satu persoalan dalam kependudukan di Indonesia saat ini.

"Masyarakat harus sadar dan menghindari pernikahan dini, sebagai bagian dari persoalan kependudukan di Indonesia,"ujar legislator yang kerap disapa Ndok Nik tersebut.

 Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini juga mengingatkan akan pentingnya Bonus Demografi Indonesia yang layaknya pisau bermata dua.

"Bonus Demografi akan membawa keuntungan yang luar biasa untuk Indonesia, karena melimpahnya penduduk berusia produktif. Namun disisi lain hal ini juga bisa membawa dampak buruk jika kita belum bisa mengatasi masalah kependudukan dengan baik,"imbuhnya.

 Di tempat yang sama, Kepala OPDKB Banyuwangi Muhammad Pua Jiwa juga mengingatkan akan pentingnya masyarakat memperhatikan usia pernikahan anak.

 "Anak berusia produktif hendaknya diarahkan pada hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan diri anak. Jangan sampai saat anak berada pada usia produktif harus dihadapkan pada pernikahan dini yang justru akan memberangus potensi si anak," tegasnya.

 Pua Jiwa berharap, kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi panel ini nantinya akan menjadi wadah masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya keluarga berencana kepada masyarakat luas.

 "Sebab masalah kependudukan merupakan masalah yang bias berimbas pada persoalan lain di masyarakat," tutupnya.

Penulis: Januar Adi Sagita
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help