TribunJatim/

Dishub Kabupaten Blitar Bingung, Cari Jalur Alternatif untuk Truk Pasir

Status jalan kabupaten merupakan jalan kelas tiga yang maksimal untuk kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton.

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar masih kebingungan mencari solusi untuk mengatur jalur truk muatan pasir yang melintas di jalan wilayah Kabupaten Blitar.

Dishub masih belum menemukan jalur alternatif untuk lewat truk pasir.

"Sudah lama kami punya rencana mengatur jalur untuk lewat truk pasir di wilayah Kabupaten Blitar. Kendalanya, sampai sekarang kami bingung mencari jalur alternatif untuk truk pasir," kata Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, Jumat (24/11/2017).

Dia mengatakan jalur truk pasir saat ini banyak melewati jalan kabupaten yang kelas jalannya bukan untuk truk muatan berat.

Status jalan kabupaten merupakan jalan kelas tiga yang maksimal untuk kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton. Tetapi, truk pasir yang melintas di jalan itu muatannya rata-rata lebih dari 10 ton.

Seperti kondisi jalan di jalur alternatif Blitar-Kediri di Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Ponggok. Jalan di jalur itu masuk jalan kelas tiga.

Saat ini, jalan di jalur itu banyak dilewati truk muatan pasir melebihi tonase. Akibatnya, kondisi jalan di lokasi sering rusak meski baru diperbaiki.

Dishub berencana melokalisir jalur yang dilewati truk muatan pasir. Dishub akan mencarikan jalur khusus untuk melintas truk pasir.

Dengan begitu, potensi kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Blitar bisa diminimalisir.

"Sekarang kami masih mencarikan jalur alternatif untuk truk pasir itu, tapi belum ketemu," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help