TribunJatim/

Latihan Militer Gabungan Libatkan Pesawat Tempur Sukhoi di Lanud Iswahjudi

Marsma Samsul Rizal mengingatkan, latihan Ini untuk memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan

Latihan Militer Gabungan Libatkan Pesawat Tempur Sukhoi di Lanud Iswahjudi
Surya/Mohammad Romadoni
Komandan Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal, saat menjelaskan terkait kegiatan pelaksanaan kegiatan Mission Oriented Trainning (MOT) di Main Apron Lanud Iswahjudi, Jumat (24/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Komandan Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal membuka latihan militer gabungan dalam satu siklus atau Mission Oriented Trainning (MOT) yang dilaksanakan selama dua pekan, di Lanud Iswahjudi,  setempat di mulai, Jumat (24/11/2017).

"MOT ini merupakan aplikasi latihan militer yang mengambarkan sebuah operasi udara dalam bentuk paket serangan, diantaranya operasi sweeper, striker, maupun escort, seperti dilaksanakan pada Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS) dan Operasi Lawan Udara Ofensif ( OLUO)," jelas Marsma TNI Samsul Rizal kepada Surya, seusai membuka acara itu di Main Apron Lanud Iswahjudi, Jumat (24/11)

Dikatakan Marsma Samsul Rizal, Mission Oriented Trainning (MOT) ini, melibatkan sejumlah pesawat tempur canggih dari Skadron III yang sebelumnya tidak pernah digunakan dilatihan sekelas MOT ini yakni, pesawat tempur F-16 C/D Figthing Falcon, Pesawat Sukhoi 27/30 Flanker dari Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 15 yaitu pesawat tempur T-50i Golden Eagle.

"Latihan ini dilengkapi informasi dan guide dari radar Approach Lanud, Maospati, Magetan Iswahjudi yang diawaki Fighter Controller / Ground Control Interception (GCI), dari Kosekhanudnas II dan Kosekhanudnas IV," jelasnya.

Marsma Samsul Rizal mengingatkan, latihan Ini untuk memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam bekerja sama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista pesawat tempur dengan platform yang berbeda-beda.

"Tujuan dibuka Mission Oriented Trainning (MOT) untuk memupuk rasa bekerjasama antar tim, dalam mengoperasikan alutsista pesawat tempur canggih dengan platform berbeda beda," katanya.

Menurut Marsma Samsul Rizal, disamping mengasah, memupuk ketrampilan para penerbang tempur
dalam memahami berbagai macam konsiderasi (pertimbngan) situasi ancaman, ketersediaan aset untuk merencanakan dan melaksanakan misi-misi pertempuran dalam operasi udara.

"Tidak hanya itu, latihan ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasi dan kerjasama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda dengan Ground Control Interceptor(CGI)maupun Ground Control Controller (GFAC)," pungkas Danlanud Samsul Ruzal. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help