TribunJatim/

Sopir Bus SR Malarikandiri ke Tulungagung, Ini Alasannya

Semua awak bus kami periksa, setelah itu kita konfrontir bagaimana laka lantas yang menewaskan Mustakim itu terjadi," ujar AKP Suyatni.

Sopir Bus SR Malarikandiri ke Tulungagung, Ini Alasannya
Surya/Mohammad Romadoni
Tim Opsnal Satreskrim Polres Tulungagung mengamankan sopir bus Sugeng Rahayu bernama Nurhasan. 

TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Nurhasan sopir bus Sugeng Rahayu (SR) ternyata melarikandiri setelah menabrak Mustakim kernet bus Mira di pertigaan Simpang Glodok depan Koramil 0804/07 Kelurahan/Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Selasa (28/11/2017) kemarin.

Sesuai pengakuan Nurhasan, dia melajukan kendaraan dengan mengambil haluan ke kiri karena takut ancaman korban Mustakim kernet Mira, ketakutan itu semakin kuat setelah dilihatnya korban (Mustakin) membawa kunci roda dan menyegatnya dibelakang busnya.

Karena panik, dia menjalankan busnya dengan mengambil haluan kiri, karena bus mira posisinya berhenti di tengah jalan. Namun naas, saat bus Sugeng Rahayu melaju dijalur kiri, kernet Mira terserempet hingga meninggal seketika dengan luka sangat parah.

Karena takut di massa, Nurhasan menumpang kendaraan umum melarikan diri meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dan ditemukan tim gabungan dari Polres Magetan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Kasus larinya Nurhasan, sopir SR ini awalnya sempat ditutupi Sat Lantas Polres Magetan. Namun, pernyataan tersebut hanya strategi Polisi, agar sopir SR mudah ditemukan. Strategi Polisi ini ternyata ampuh, tak memakan waktu lama Nurhasan berhasil ditangkap dipesembunyiannya di Tulungagung, Rabu (29/11/2017).

Hal itu dibenarkan Kasubbag Humas Polres Magetan AKP ST Suyatni, keberhasillan tim gabungan Polres setempat yang berhasil menangkap sopir SR ini.

"Benar, sopir SR ini setelah kejadian berhasil melarikandiri ke Tulungagung. Namun berkat kerja keras anggota Polres Magetan, tanpa memakan banyak waktu, sopir SR berhasil kami tangkap, dan sekarang kami periksa,"kata AKP Suyatni di Unit Laka setempat, Rabu (29/11/2017).

Sampai ini, kata AKP Suyatni, penyidiik belum mengenakan status tersangka kepada terperiksa, karena seluruh awak bus saat ini seluruhnya diperiksa di Unit Laka Lantas setempat.

"Belum ada yang dinyatakan tersangka. Semua awak bus kami periksa, setelah itu kita konfrontir bagaimana laka lantas yang menewaskan Mustakim itu terjadi," ujar AKP Suyatni.

Hotelmurah.com Mudahkan Anda Nikmati Liburan Bareng Keluarga

Seperti diberitakan, rebutan penumpang mulai dari terminal Tertonadi Solo, bus Mira dan Sugeng Rahayu adu kecepatan.

Puncaknya, setelah saling salip dipertigaan Simpang Glodok, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, bus Mira nomor polisi (nopol) S 7281US yang dikemudikan Sugeng Santoso berhenti ditengah jalan, tentu saja bus Sugeng Rahayu nopol W 7007 UZ yang dikemudikan Nurhasan tidak bisa lewat dan berhenti dibelakang.

Namun, belum lama berhenti, sopir bus SR Nurhasan melihat Mustakim, kernet Mira keluar sambil memegang kunci roda, melihat situasi yang tidak menguntungkan, Nurhasan memacu bus SR dengan mengambil haluan kiri, namun tanpa sepengetahuannya, Mustakim korban terserempet dan tewas ditempat karena luka parah dikepalanya. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help