TribunJatim/

Pilgub Jatim 2018

Gus Ipul Sebut Tidak Ada Yang Bisa Dibanggakan Hanya Dengan Program Membagi Bantuan?

”Yang kita butuhkan adalah penyelesaian kemiskinan, kemudian memberdayakan, mereka yang kita bantu bisa secara mandiri menghidupi

Gus Ipul Sebut Tidak Ada Yang Bisa Dibanggakan Hanya Dengan Program Membagi Bantuan?
Surya/Bobby Koloway
Bacagub Jatim, Saifullah Yusuf (lima dari kiri) berfoto bersama di sela Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IV Dewan Pimpinan Wilayah PartaiPersatuan Pembanguan (PPP) Jawa Timur, Minggu (3/12/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bakal Calon Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, memberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya andai terpilih menjadi Gubernur Jatim periodeberikutnya.

Satu di antaranya adalah menyangkut pengentasan kemiskinan.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menyebut, bahwa meskipun angka kemiskinan di Jatim mencapai 11,77 persen, namun angka tersebut relatif menurun dibandingkan dengan periode awal ia memimpin Jatim bersama Gubernur Jatim, Soekarwo.

Sebab, sebelumnya angka kemiskinan berada di atas 16 persen.

”Saya saat bersama Pak Gubernur kali pertama dilantik, data kemiskinan di Jatim mencapai 16 persen lebih. Sekarang tinggal 11,77 persen. Memang turun, tapi karena jumlah penduduknya juga besar, jadi kelihatannya belum signifikan,” ujar Gus Ipul pada Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IV Dewan Pimpinan Wilayah PartaiPersatuan Pembanguan (PPP) Jawa Timur, Minggu (3/12/2017).

”Bahkan, tahun 2013 dan 2014, Jatim dinyatakan sebagai provinsi dengan kontribusi besar menurunkan kemiskinan nasional. Kalau tidak salah sampai 30 persen dari total penurunan secara nasional,” ujarnya.

Dengan adanya penurunan tersebut, Gus Ipul menyebut bahwa pemerintahan di Jatim sebenanrnya dalam tren yang positif.

Hal ini juga terlihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

”Sayangnya, kemiskinan masih sering didiskusikan dan “dinyata-nyatakan”. Bahkan sampai menyebut bahwa ini sangat gawat,” ujarnya.

Apalagi, pemerintah provinsi dianggap tak memiliki program strategis untuk menurunkan tingkat kemiskinan.

Halaman
123
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help