TribunJatim/

Danamon Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar 21 Persen di Sembilan Bulan 2017

Portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan

Danamon Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar 21 Persen di Sembilan Bulan 2017
(Surya/Sri handi lestari)
Eddie Harijanto Bintoro, Regional Corporate Officer Danamon Kantor Wilayah 3, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (tengah) saat mengumumkan kinerja Bank Danamon hingga akhir Oktober 2017. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau Bank Danamon mengumumkan laporan keuangan untuk sembilan bulan pertama tahun 2017.

Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun 2017, atau tumbuh 21 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong pendapatan bunga bersih (net interest income) akibat dari proses transformasi yang sedang berlanjut, pengelolaan biaya operasional yang baik, dan biaya kredit (cost of credit) yang lebih rendah.

“Danamon terus mencatat pertumbuhan laba seiring dengan strategi kami untuk mengoptimalkan operasional dan diversifikasi sumber pendapatan sesuai dengan rencana. Kualitas aset kami menunjukkan peningkatan signifikan yang ditandai oleh penurunan biaya kredit. Pada saat yang sama, biaya dana atau cost of fund terus menurun sejalan dengan pembenahan pada pendanaan dan peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular,” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur, Danamon, Rabu (6/12/2017).

Portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass market. Danamon membukukan pertumbuhan pada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Enterprise dan Mortgage.

Kredit pada segmen UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 27,5 triliun. Portofolio Enterprise, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 7 persen menjadi Rp 35,7 triliun. Sementara kredit Mortgage tumbuh 31 persen menjadi Rp 5,4 triliun.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 5 persen menjadi Rp 119,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 7 persen untuk roda dua dan 8 persen untuk roda empat dibandingkan setahun sebelumnya.

Pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp 44,2 triliun atau tumbuh 1 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

Likuiditas dan permodalan yang sehat. Dengan rasio kredit terhadap total pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) pada 93,8 persen, likuiditas terkelola dengan baik. Pada saat yang sama, giro dan tabungan (CASA) naik 5 persen menjadi Rp 47,8 triliun.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help