TribunJatim/

Liga Indonesia

Jelang Musim 2018, Madura United Minta PSSI Waspadai Dampak Piala Dunia dan Asian Games

Moment olahraga besar dipelototi serius oleh PSSI dan PT LIB, dalam penyelenggaraan musim tahun depan.

Jelang Musim 2018, Madura United Minta PSSI Waspadai Dampak Piala Dunia dan Asian Games
surya/Dya Ayu
Achsanul Qosasi Presiden klub, Haruna Soemitro Manajer dan Gomes de Olivera saat melakukan pembicaraan soal nasib Watson Cameron usai kalah dari Bali United. 

TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Pelaksanaan Liga 1 2017 harus jadi pelajaran berharga untuk PSSI dan PT LIB, dalam penyelenggaraan musim tahun depan.

Pasalnya, beberapa komponen pelaksanaan, terutama jadwal laga dinilai perlu mengalami perbaikan dan evaluasi.

Madura United misalnya. Klub ini menilai, evaluasi harus dilakukan jika melihat agenda pertandingan Internasional Match Day musim 2018 yang padat.

Misalnya, gelaran Piala Dunia 2018 Rusia yang akan mulai berputar pada 14 Juni sampai 15 Juli mendatang. Lalu  Asian Games 2018 di Indonesia 18 Agustus sampai dengan 2 September mendatang.

Dua event olahraga besar ini dipastikan akan menggerus jadwal pertandingan Liga 1 musim depan.

Untuk itu, melalui Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, pihaknya berharap agar proses penyusunan jadwal dan kepastian kompetisi bisa segera didapatkan klub-klub peserta Liga 1, agar pelaksanaan kompetisi mulai dan berakhir sesuai harapan.

"Kalender kompetisi di Indonesia berakhirnya Nopember, agar selesainya kompetisi sesuai dengan kalender tersebut, dengan dua agenda besar Piala Dunia dan Asian Games, harusnya Kick Off kompetisi juga lebih awal daripada musim lalu," ujarnya, Kamis (7/12/2017).

AQ menilai hal ini tak dapat dianggap remeh dan harus disampaikan. Sebab berkaca dari pelaksanaan kompetisi musim lalu, beberapa pertandingan harus menjalani pertandingan tunda karena penetapan jadwal yang bentrok dengan kalender nasional.

"Kejadian musim lalu harus dihindari. Madura United pernah mengalami pertandingan tunda karena pertandingan dijadwalkan pada 17 Agustus. Pas dengan hari Kemerdekaan RI. Akhirnya dilakukan perubahan dan perubahan tersebut menjadikan Madura United dalam 16 hari harus menjalani 5 pertandingan," jelasnya.

Tak berhenti disitu, pihaknya menilai, kompetisi sepakbola di Indonesia tidak dapat disamakan dengan kompetisi di negara-negara Eropa.

Utamanya, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan sebaran tim-tim peserta kompetisi dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia, yang memerlukan jarak tempuh panjang dan melelahkan.

"Satu wilayah sangat bagus. Karena kompetisinya lebih berkualitas. Cuma, dalam penyusunan jadwal jangan sampai terdapat tim merasa dirugikan karena harus menjalani pertandingan away berturut-turut dan berbeda rute," tegas AQ. (Surya/Dya Ayu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help