TribunJatim/
Home »

Jatim

Polisi Periksa Konsultan Pengawas Proyek Stadion Supriyadi Kota Blitar, Direktur Rekanan Tidak Hadir

Selain itu, kata Agus, konsultan pengawasan dan konsultan perencanaan juga tidak bisa hadir dalam pertemuan itu.

Polisi Periksa Konsultan Pengawas Proyek Stadion Supriyadi Kota Blitar, Direktur Rekanan Tidak Hadir
SURYA/SAMSUL HADI
Penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota memasang kembali garis polisi di lokasi proyek pembangunan dinding tribun penonton sisi selatan Stadion Supriyadi yang roboh, Senin (4/12/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Komisi III DPRD Kota Blitar menunda pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar dan rekanan untuk membahas soal robohnya bangunan dinding tribun penonton sisi selatan Stadion Supriyadi, Kamis (7/12/2017).

Alasannya, direktur CV yang mengerjakan proyek tidak hadir.

“Kami tunda pertemuannya, direktur rekanan proyek tidak hadir, diwakilkan pegawainya. Kami tidak mau, ini masalah serius,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi.

Selain itu, kata Agus, konsultan pengawasan dan konsultan perencanaan juga tidak bisa hadir dalam pertemuan itu.

Dia mendapat informasi, konsultan pengawas, konsultan perencanaan, dan pejabat pembuat komitmen proyek pembangunan stadion sedang dipanggil penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota.

“Banyak yang tidak bisa hadir, makanya kami tunda pertemuannya. Konsultan pengawas dan konsultan perencanaan informasinya dipanggil polisi,” ujar wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Komisi III memang menjadwalkan pertemuan dengan DPUPR, rekanan, konsultan pengawas, dan konsultan perencana proyek pembangunan tribun penonton Stadion Supriyadi, Kamis ini.

Pertemuan itu untuk mengkalrifikasi secara detail peristiwa robohnya bangunan dinding stadion yang baru dibangun. Karena banyak pihak yang tidak bisa hadir, akhirnya komisi III menunda pertemuan.

Sejumlah pegawai DPUPR sebenarnya sudah datang ke gedung dewan. Dari pihak DPUPR diwakili oleh Sekretaris Dinas, Heru Catur W. Heru datang ke gedung dewan bersama beberapa pegawai DPUPR lainnya. Selain itu, juga terlihat perwakilian dari rekanan proyek.

Ditemuai di gedung dewan, Heru mengatakan pertemuan dengan komisi III memang ditunda. Menurutnya, banyak pihak yang diundang tidak bisa hadir karena dipanggil polisi. Termasuk pejabat pembuat komitmen dari DPUPR juga dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help