TribunJatim/

Setahun Ini Ada Sekitar 60 Kasus Difteri yang Diobati di RS Dr Soetomo, Tiga Pasien Masih Diisolasi

Kasus penyakit difteri merebak di beberapa daerah di Indonesia beberapa bulan terakhir ini.

Setahun Ini Ada Sekitar 60 Kasus Difteri yang Diobati di RS Dr Soetomo, Tiga Pasien Masih Diisolasi
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMANINGRUM
Ruang isolasi khusus RS Dr Soetomo Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus penyakit difteri merebak di beberapa daerah di Indonesia beberapa bulan terakhir ini.

Sejak Januari sampai Desember 2017 Kementerian Kesehatan mencatat kejadian luar biasa difteri 450 kasus dengan penderita terbanyak berusia 5 hingga 9 tahun.

Kasus penyakit difetri juga terjadi di Jawa Timur termasuk Surabaya.

"Di Soetomo setahun ini ada 60-an kasus, dan saat ini yang diisolasi ada tiga pasien, dengan usia di bawah 18 tahun, tapi rata-rata pasien kita dibawah 10 tahun," ujar dr Dominicus Husada Sp A (K) tim dokter yang menangani kasus difetri di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, Kamis (7/12/2017)

Ditemui di depan ruangan isolasi pasien difetri RS Soetomo Surabaya, ia juga mengatakan mengapa terjadi wabah hal tersebut dikarenakan cakupan imunisasi belum memenuhi standart.

"Selama enam tahun terakhir, kan kami sudah tahun ke enam sekarang kasus difteri ini, tapi kami sudah keluar dari definisi wabah, di Jawa Timur ini Gubernur Soekarwo menyatakan wabah 8 Oktober 2011, dan Pak Gubernur mencabut satus wabah ketika kasus ini sudah turun sekitar tahun 2013-an," ujar Dominicus.

Diawal dulu banyak yang tidak paham karena biasanya tidak dilihat bercaknya, tapi kini banyak yang sudah paham tentang difetri.

 "Jadi kita menemukan lebih banyak lagi kasus, karena orang sekarang banyak orang yang sudah tahu sekarang, jadi setiap ada bercak putih harus langsung diperiksakan, selama enam tahun kita dapat semua, jadi semua yang ada difterinya ada dibuku di sini ada," tambahnya.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help