TribunJatim/

Tersangka Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya Divonis 15 Bulan

Dalam amar putusan hakim, perbuatan terdakwa Bagus dan terdakwa Vicky telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 128 juta.

Tersangka Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya Divonis 15 Bulan
Ilustrasi Korupsi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa korupsi dana hibah Pemkot Surabaya, Bagus Prasetyo Wibowo dan Vicky Akbar Nista Tarafanur, divonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya selama 15 bulan penjara, Kamis (7/12/2017).

Majelis hakim yang diketuai Judi Prasetiyo SH, menyatakan kedua terdakwa telah terbukti korupsi memperkaya diri sendiri, sebagaimana diatur dalam pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 dirubah UU No 20 Tahun 2001 UU Tindak Pidana Korupsi.

Dalam amar putusan hakim, perbuatan terdakwa Bagus dan terdakwa Vicky telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 128 juta.

Kerugian itu muncul akibat pengadaan pembelian mesin cetak yang dibeli dari pencarian dana hibah dengan menggunakan nama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Abadi yang diketahui fiktif.

"Menghukum terdakwa Bagus Prasetyo Wibowo dan terdakwa Vicky Akbar Nista Tarafnur dengan hukuman 1 tahub dan tiga bulan penjara," kata hakim Judi Prasetiyo saat membacakan amar putusan.

Selain hukuman badan, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta.

"Sesuai ketentuan, apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan," tandas hakim Judi.

Vonis yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya menuntut 1,6 tahun penjara. Meski demikian, kedua terdakwa masih belum menentukan sikap apakah menerima atau melakukan upaya hukum atas vonis hakim.

Kedua terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.

"Kami juga pikir-pikir majelis," ucap Jaksa Wira Putra SH.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help