TribunJatim/

Difteri Tak Hanya Menyerang Anak-anak, Tapi Orang Dewasa Juga Bisa Kena

Hingga saat ini ada tiga pasien yang diisolasi yang berasal dari Pasuruan dan Surabaya, ketiganya berusia dibawah 10 tahun.

Difteri Tak Hanya Menyerang Anak-anak, Tapi Orang Dewasa Juga Bisa Kena
GetDoc dan Study.com
Difteri 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di banyak negara penyakit difteri sudah tidak pernah menjangkiti manusia.

Karena hal tersebut obat untuk penyakit ini terbatas di seluruh dunia.

Sepanjang tahun 2017 di Rumah Sakit Dr Soetomo sudah menangani 61 kasus.

Hingga saat ini ada tiga pasien yang diisolasi yang berasal dari Pasuruan dan Surabaya, ketiganya berusia dibawah 10 tahun.

Dua berasal dari Kabupaten Pasuruan dan satu dari Surabaya.

"Kita urutan dua dunia, urutan satu dunia itu India, jadi yang punya obat itu India," ujar dr Dominicus Husada Sp A (K) spesialis anak RSU Dr Soetomo, saat ditemui didepan ruangan khusus isolasi Rumah Sakit Dr Soetomo, Kamis (7/12/2017)

Tidak adanya panas tinggi menyebabkan terkadang penderita tidak merasakan bahwa dirinya sakit, kecuali kita melihat pada bagian rongga mulut apakah ada bercak putih atau tidak.

"Maka dari itu pesan kepada orang tua adalah lihat mulut jika ada bercak putih segera berobat ini untuk kasus difteri ya, nomor dua yang paling penting bagi saya imunisasinya harus baik, sebab resiko sakit 5 persen, minimal 6 kali dalam hidup," ujar Dominicus.

Dominicus kembali menegasakan bahwa bukan tiga kali saja kita perlu imunisasi.

"Bukan tiga kali jangan keliru, tiga kali adalah sebelum umur satu tahun banyak orang mengatakan anak saya sudah lengkap imunisasinya itu sebelum umur setahun, setelah itu nggak cukup harus ada ulangan jadi sampai tua minimal 6, mau lebih boleh, kurang jangan," tambahnya

Tak hanya menyerang usia dibawah 18 tahun atau anak-anak, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa.

"Tidak ada batasan usia yang mengatakan diusia tertentu kamu tidak bisa kena, dulu memang tidak ada di atas 15 tahun, jadi artinya dikelompok usia berapapun dan di dunia sekarang pasien banyak di usia dewasa," ujarnya

Bahkan di Jawa Timur usia tertua pasien difteri yang meninggal usia 70 tahun.

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help