Tiga Pengunjuk Rasa Pemkab Gresik Maulai Didangkan

Ketiga terdakwa dikenakan pasal yang berbeda, yaitu Pasal 170 KUHP atas dugaan pengerusakan, Pasal 160 KUHP akibat diduga

Tiga  Pengunjuk Rasa  Pemkab Gresik Maulai Didangkan
Surya/sugiyono
UNJUK RASA - Sidang pengunjuk rasa proyek revitalisasi Alun-alun Gresik mulai disidangkan di PN Gresik, Rabu (20/12/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Tiga terdakwa kasus unjuk rasa proyek revitalisasi Alun-alun Gresik mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Rabu (20/12/2017.

Ketiganya didakwa atas pengerusakan, penghasutan dan penganiayaan.

Sidang yang dipimpin majelis hakim PN Gresik Putu Gede Hariyadi dengan anggota Rahmansyah , Aries Dedi dan jaksa penuntut umum (JPU) Angga Saputra, Thesar Yudi Prasetya dan Hadi Sucipto.

Jaksa secara bergantian membacakan berkas dakwaan yang menjerat tiga terdakwa. Yaitu, Fajar Rosyidi (23) dari unsur pedagang Kaki Lima (PKL), Rizqi Siswanto (22), mahasiswa Universitas Muhamadiyah Gresik dan Abdul Wahab (43) aktivis LSM.

Ketiga terdakwa dikenakan pasal yang berbeda, yaitu Pasal 170 KUHP atas dugaan pengerusakan, Pasal 160 KUHP akibat diduga sebagai provokator dan Pasal 151 KUHP atas dugaan penganiayaan.

"Kami menolak semua berkas dakwaan oleh Jaksa penuntut umum. Sebab, mereka tidak pernah melakukan itu. Tidak merusak, tidak menghasut atau provokator dan tidak menganiaya," kata Aidil Fitra, kuasa hukum terdakwa yang mengatasnamakan Tim Peduli Demokrasi Gresik sebanyak 26 pengacara, Rabu (20/12/2017).

Menurut Aidil, berkas sanggahan akan disampaikan dalam sidang berikutnya yang di jadwalkan pekan depan Rabu (27/12/2017).

Diketahui, tiga terdakwa terseret di meja hijau ketika unjuk rasa menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik 5 September 2017 di halaman Kantor Pemkab Gresik. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help