Warga Gresik Dilarang Tanam Pohon Pisang Di Jalan, Cukup Laporkan Via Apalan

Peluncuran Apakan di Halaman Gelora Joko Samudro (Gejos), Jl Veteran Kecamatan Kebomas dilakukan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim

Warga Gresik Dilarang Tanam Pohon Pisang Di Jalan, Cukup Laporkan Via Apalan
SURYA/HANIF MANSHURI
Pohon pisang yang ditanam warga di Sukodadi, Lamongan, memprotes jalan nasional Surabaya-Lamongan yang rusak parah, Rabu (20/12/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Masyarakat Gresik diimbau tidak menanam pohon pisang di jalan yang rusak. Tapi, diharapkan langsung melaporkan melalui aplikasi android dengan nama 'Apalan' (Aplikasi Layanan Pengaduan Pengguna Jalan).

Layanan masyarakat dalam bentuk aplikasi android diluncurkan Team Unit Reaksi Cepat Bina Marga (URC Bima) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik.

Peluncuran Apakan di Halaman Gelora Joko Samudro (Gejos), Jl Veteran Kecamatan Kebomas dilakukan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim.

Dalam sambutannya Wabup Qosim menyatakan bahwa Apalan ini salah satu terobosan dibidang layanan masyarakat untuk memudahkan masyarakat dalam mengadukan terkait jalan rusak dan berlubang.

“Daripada anda menanam pisang di jalan rusak dan berlubang, lebih baik mengambilnya android kemudian memfoto jalan itu kemudian mengunggah pada ‘APALAN’. Niscaya jalan yang rusak tersebut segera ditangani untuk diperbaiki,” kata Qosim, Rabu (20/12/2016).

Cari Pemain Asia, MU Datangkan Kapten Timnas Tajikistan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik Bambang Isdianto menyatakan, terkait lounching Apalan telah membagi tim URC Bina marga menjadi 4 kawasan, ada yang bertugas di kawasan Utara, tengah, Selatan dan wilayah kota.

Menurutnya, selama ini tim URC Bima telah melakukan ratusan perbaikan melalui pengaduan langsung, melalui pesan singkat dan telepon.

“Dengan Apalan ini akan mempermudah pekerjaan kami sehingga informasi kerusakan jalan masuk beserta fotonya. Tentu hal ini akan memudahkan kami untuk memetakan perbaikannya serta jumlah material yang dibutuhkan. Setiap aduan yang masuk melalui aplikasi Apalan ini akan kami tangani langsung paling lama 24 jam setelah pengaduan,” kata Bambang Isdianto. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help