Dua Residivis Curanmor Asal Pasuruan Ditembak Polisi Malang

Ia dilumpuhkan polisi karena mencoba melawan saat digerebek petugas di kawasan Wonorejo, Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Dua Residivis Curanmor Asal Pasuruan Ditembak Polisi Malang
Surya/David Yohanes
Dua tahanan di Polres Tulungagung membantu Andri Sugiarto (33) alias Cale berjalan, karena kedua kakinya ditembak polisi. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua timah panas bersarang di kedua kaki seorang residivis kambuhan kasus curanmor, Ainul Yakin alias Yakin (37) warga Dusun Cobansari, Kelurahan Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Ia dilumpuhkan polisi karena mencoba melawan saat digerebek petugas di kawasan Wonorejo, Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Saat penggerebekkan itu, Yakin tidak seorang diri. Ia bersama rekannya yakni M Faizin (33) yang juga warga Dusun Cobansari. Faizin mengalami nasib serupa, ia terkena tembak di bagian kaki kirinya.

Keduanya adalah komplotan curanmor yang kerap beraksi di Kota Malang.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengungkapkan kalau polisi akan terus melakukan pengembangan terhadap komplotan Yakin yang sudah kerap melakukan aksi curanmor.

Dipaparkan lebih jauh,Yakin sudah empat kali ini masuk bui karena kasus curanmor.

"Terkait sejumlah aksi pencurian motor di Kota Malang, petugas kemudian menetapkan Yakin sebagai TO. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap Yakin saat berada di Wonorejo," ujar Asfuri, Selasa (26/12/2017).

Namun residivis kambuhan ini malah melawan petugas dan mencoba kabur hingga kedua kakinya terpaksa ditembak. Begitu juga dengan Faizin, dia terpaksa ditembak karena mencoba melawan petugas.

Dalam penggerebekkan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa motor Satria FU 150 warna hitam Putuh Nopol N 6412 EEF.

Motor tersebut adalah motor milik Hendra (19) seorang mahasiswa asal Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang telah hilang di kawasan Kertoasri Gang II, Kelurahan Ketawang Gede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada awal Desember lalu.

Tak Bebas Rekrut Pemain Baru untuk Chelsea, Antonio Conte Disebut Ingin ke Real Madrid

Saat itu yang bertugas sebagai eksekutor adalah Yakin sedangkan Faizin mengawasi dari kejauhan. Kini petugas masih terus melakukan pengembangan.

Terkait Ranmor ini, Asfuri mengatakan bahwa pihaknya akan terus membrantas para pelaku kejahatan khususnya pelaku Curanmor, Curas dan Curat.

“Tersangka kasus curanmor ini kami kenakan Pasal 363 KUHP. Jika sampai ada pelaku yang melakukan perlawanan, kami akan melakukan tindakan tegas,” tutup Asfuri. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved