TribunJatim/

Septic Tank Maut

Terpleset Saat Gali Septic Tank, Tiga warga Pasuruan ini Tewas, Satu Selamat

Dua anaknya Mujiono (47) dan Suparno (46) dan satu cucunya Junaedi (23) tewas saat menggali untuk membuat septic tank di belakang rumahnya.

Terpleset Saat Gali Septic Tank, Tiga warga Pasuruan ini Tewas, Satu Selamat
Surya/Galih Lintartika
Petugas melakukan pemeriksan di TKP adanya tiga korban gas beracun, Rabu (27/12/2017) 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Duka menyelimuti keluarga Jamil (60) warga Dusun Jurang Pelen, Desa Bulusari , Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/12/2017) siang.

Jamil terpaksa kehilangan dua anak dan satu cucu.

Dua anaknya Mujiono (47) dan Suparno (46) dan satu cucunya Junaedi (23) tewas saat menggali untuk membuat septic tank di belakang rumahnya.

Ceritanya, Suparno dan anaknya Junaedi sedang membuat septic tank sejak pukul 06.00. Pembuatan septic tank baru itu dilakukan karena septic tank lama sudah penuh kondisinya. Sehingga, Suparno dan Junaedi menganggap perlu ada pembuatan septic tank baru.

Nah, dalam pembuatan septic tank itu semula tidak ada kendala. Sekira pukul 09.00, galian sedalam 4,5 meter untuk septic tank baru sudah selesai. Keduanya naik dari galian septic tank baru. Lokasi septic tank lama dan baru ini berdekatan.

Selanjutnya, dugaan kuat, Suparno ini terpeleset ke dalam galian septic tank baru. Di sanalah, Junaedi berusaha menyelamatkan bapaknya. Anehnya, di dalam septic tank itu, sudah banyak kotoran dan airnya. Dugaan kuat, ada kebocoran di septic tank baru sehingga air dan kotoran di septic tank lama sudah penuh dengan air dan kotoran.

Sekadar diketahui, septic tank lama ini memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter. "Nah, dari teriakan Junaedi ini warga akhirnya tau kalau ada orang tenggelam di dalam galian. Junaedi sebelum tenggelam itu juga sempat berteriak minta tolong," kata Rudi Susilo.

Rudi menyampaikan, setelah itu, dirinya dan warga langsung datang ke lokasi. Sayangnya, warga pun tidak berani masuk ke dalam lubang itu. "Saya sampai itu Junaedi dan Suparno sudah tidak ada. Mereka sudah tenggelam di dalam galian septic tank baru itu," terangnya.

Tak lama, Mujiono, kakak Suparno, anak pertama Jamil, datang dan langsung masuk ke dalam galian tersebut. Ia nekat dan niat menolong adik dan keponakannya itu. Sayangnya, ia pun tak nampak setelah masuk ke dalam galian.

"Ketiganya tenggelam di dalam galian. Kami sudah tidak berani mau memberikan pertolongan , tapi kami langsung lapor polisi," tandasnya.

 BREAKING NEWS - Eddy Rumpoko Kirim Surat dari Cipinang Ketika Istrinya Dilantik Jadi Wali Kota Batu

Tak lama, Jamil, bapak dari Mujiono dan Suparno, sekaligus kakek dari Junaedi datang memberikan pertolongan. Berbekal tali tampar dan satu timba plastik yang biasa digunakan untuk mengambil air di sumur, Jamil turun ke galian.

Di dalam galian, Jamil mencari dua anak dan satu cucunya itu. Ia mengaitkan tali tampar itu ke tubuh tiga korban. Selanjutnya, ia minta orang yang di atas galian untuk membantunya menarik tiga korban tersebut.

"Sampai di atas, sebenarnya mereka sudah tidak bernyawa , namun keluarga meminta tiga korban untuk membawa ke rumah sakit, termasuk mbah Jamil. Kondisi mbah Jamil kritis, dia susah nafas dan lemas. Jadi empat orang dibawa ke rumah sakit," imbuhnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help