Gelar Pahlawan Untuk Gus Dur Kembali Tertunda, Ini Alasan Mensos Khofifah

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menerangkan sebenarnya gelar tersebut sudah siap dianugerahkan, namun

Gelar Pahlawan Untuk Gus Dur Kembali Tertunda, Ini Alasan Mensos Khofifah
Surya/Sutono
Mensos Khofifah Indar Parawansa diantara Mahfud MD (tiga dari kanan) dan KH Salahudin Wahid (dua dari kiri), duduk di deretan depan bersama Rizal Ramli (dua dari kanan), Lily Khotidjah (kanan) dan Hj Farida (kiri). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Meskipun nama mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah sejak beberapa tahun lalu diajukan memperoleh gelar pahlawan nasional, namun gelar tersebut hingga sekarang belum terwujud.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menerangkan sebenarnya gelar tersebut sudah siap dianugerahkan, namun harus menunggu momentum yang tepat.

“Semua berkas sudah lengkap, tidak ada halangan lagi. Hanya saja ada catatan. Yakni menunggu waktu yang tepat. Jadi diendapkan dulu,” kata Khofifah sebelum memberikan sambutan pada Haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren  Tebuireng, Jombang, Kamis malam (28/12/2017).

Itu pula sebab, Kementrian Sosial akan kembali mengusulkan gelar pahlawan untuk Gus Dur kepada Presiden Jokowi pada 2018. Semoga pada tahun selanjutnya kita bisa menyaksikan gelar pahlawan ini.

“Tahun depan kita usulkan lagi kepada Presiden Jokowi. Ini hanya masalah waktu. Bisa dikatakan 99 persen masalah gelar pahlawan sudah selesai,” ungkapnya.

Saat memberikan sambutan kesaksian, Khofifah antara lain berkisah tentang pengalaman luar biasa bersama Gus Dur. Adalah ketika pukul 24.00 WIB malam saat pidato pertanggunganjawaban Presiden Habibi ditolak MPR, tahun 1999.

Saat itu, pukul 00.30 Khofifah ditelefon Gus Dur dan dipercaya menyusun persiapan pendaftaran pencalonan Gus Dur sebagai presiden.

Khofifah mengaku awalnya merasa keberatan. Namun berkat bantuan dan bimbingan Gus Dur akhirnya semua berhasil. Gus Dur pun resmi menjadi Presiden RI ke-4.

“Luar biasa beratnya bagi seorang Khofifah yang bukan siapa-siapa mendapatkan tugas pencalonan Gus Dur menjadi presiden. Tapi alhamdulilah semua berhasil dilewati,” pungkasnya.

Dijaga Ketat, Polisi Membongkar Makam Hanung, Bocah Korban Pembunuhan Kekasih Ibunya

Acara Haul Gus Dur ke-8 di Ponpes Tebuireng dihadiri ribuan warga, berlangsung Kamis (28/12/2017) hingga tengah malam. Mereka tak hanya datang dari Jombang saja, melainkan juga dari luar daerah.

Dari jajaran tamu penting adalah tiga menteri era Presiden Gus Dur.

Ketiganya mantan Menteri Pertahanan Mahfud MD, mantan Menko Ekuin Rizal Ramly dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempaun Khofifah Indarparawansa (yang sekarang menteri Sosial).

Dari jajaran keluarga Gus Dur, hadir tuan rumah KH Salahudin Wahid (Gus Solah) yang juga adik kandung Gus Dur. Lalu adik perempuan Gus Dur Lily Khotidjah Wahid, dan putri Gus Dur, Alisa Qotrunada, serta istri Gus Solah Hj Farida Solah.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help