Bursa Inovasi Desa, Bupati Jombang Nyono Minta Desa Bisa Berinovasi dan Mandiri

Nyono Suharli Wihandoko meminta pemerintah desa bisa membuat inovasi dalam pembangunan masyarakatnya

Bursa Inovasi Desa, Bupati Jombang Nyono Minta Desa Bisa Berinovasi dan Mandiri
Surya/Sutono
Bupati Jombang Nyono Suharli berdialog dengan warga yang antre di Dispendukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan, saat sidak. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko meminta pemerintah desa bisa membuat inovasi dalam pembangunan masyarakatnya dan bisa menjadi desa mandiri serta contoh daerah lain.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Jombang, yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Jombang, di Hotel Yusro, kota setempat, Minggu (31/12/2017).

“Jadi program-program desa harus lebih gemerlap, karena program kabupaten sesuai dengan visi-misinya. Sebelumnya sudah banyak yang tuntas dikerjakan, sejahtera untuk semua,” katanya.

Permintaan Nyono Suharli Wihandoko itu disampaikan di depan sekitar 700 peserta yang terdiri dari kepala desa, tim pelaksan inovasi kecamatan dan pendamping desa serta kader penggerak desa.

Menurut Nyono Suharli Wihandoko, Jombang harus bisa menjadi contoh daerah lain, dan itu harus didukung pemerintah desa.

"Buktinya, salah satu program mobil siaga desa kita kini banyak dicontoh daerah lain di Jawa Timur,” bebernya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Darmadji mengatakan BID digelar sebagai upaya ajang transfer ilmu antardesa.

Habis Dipakai Perayaan Tahun Baru, Menumen Nasional Ditutup

Yakni antara desa dengan yang dengan dengan yang lain bisa saling berbagi program inovasi untuk meningkatkan ekonomi warganya.

”Kita yakin masing-masing desa memiliki potensi, namun belum muncul. Dan melalui pameran atau bursa ini mereka kami harapkan ke depannya bisa memunculkan potensi,” katanya.

Dalam BID ini, lanjutnya, banyak ditampilkan hasil karya inovasi masyarakat desa yang bisa dicontoh dan dikembangkan desa lainnya.




Misalnya, pengolahan kopi Wonosalam, kebun kelengkeng Plandaan, pelayanan masyarakat Bareng dan Tembelang.

”Inovasi masyarakat desa ini harus lebih digalakkan lagi. Sehingga ke depan desa bisa semakin mandiri,” tandasnya.

Kepala Desa Pesantren Kecamatan Tembelang, Wahyudi, mengaku terbantu dengan adanya BID ini. Dikatakan, banyak contoh yang ditampilkan bisa menginspirasi program di desa yang dipimpinnya.

"Karena kami ingin pendapatan asli desa bisa meningkat dan itu bisa dihasilkan dari inovasi sesuai potensi dan karakter desa masing-masing,” ungkapnya.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help