TribunJatim/

RH Warga Pasuruan Ini Akui Sudah Produksi dan Jual Petasan Sejak 40 Tahun Lebih

RH mengaku , menjual petasan ini saat ada pesanan. Kata dia, petasan yang dibuatnya ini, diproduksi saat ada pemesan.

RH Warga Pasuruan Ini Akui Sudah Produksi dan Jual Petasan Sejak 40 Tahun Lebih
Surya/Galih Lintartika
LUAR BIASA : Polisi saat menggerebek rumah yang diduga kuat menyimpan banyak petasan di Beji. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - RH, pria yang diduga kuat terlibat dalam pembuatan dan penjualan petasan ilegal di Desa Ngembe, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan mengaku sudah 40 tahun membuat dan menjual petasan.

Sekadar diketahui, RH ini digerebek di rumahnya, Minggu (31/12/2017) siang. Dalam penggerebekan itu, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu ton bahan pembuat petasan, puluhan karung berisi petasan siap jual dalam berbagai macam bentuknya.

RH mengaku , menjual petasan ini saat ada pesanan. Kata dia, petasan yang dibuatnya ini, diproduksi saat ada pemesan.

"Selebihnya saya tidak membuatnya. Biasanya, orang pesan petasan saat mau ada hajatan," katanya.

Dikatakan RH, usaha pembuatan petasan ini baru 13 tahun digelutinya. Namun, ia mengakui sudah bisa membuat petasan sejak umur 7 tahun.

"Tergantung pesanannya, kalau lagi banyak pesanan ya untungnya banyak," terang dia.

BREAKING NEWS - Polisi Pasuruan Sita Puluhan Karung Petasan

Mayoritas , selama ini, pemesan petasannya berasal dari luar Pasuruan. Kata dia, ada dari Surabaya, Sidoarjo dan lainnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua kawan RH ini.

Kata dia, ternyata dalam pemeriksaan , RH mengaku ada dua temannya yang selama ini membantu pembuatan produksi petasan.

"Ini masih dalam pengejaran," tambahnya.

Raydian menerangkan, usaha RH ini sebenarnya udah hampir 40 tahun. Tapi, dia mengaku baru menggelutinya 13 tahun. Ditambahkannya, 13 tahun ini maksudnya produksi massal.

"Jadi produksi massal secara besar - besaran baru 13 tahun. Sebelumnya juga sudah buat, tapi dalam partai kecil. Ini home industri , kami akan memprosesnya ," pungkas dia. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help