Sri Mulyani Resmikan Rumah Layanan Disabilitas di UB Malang

Sri Mulyani disambut oleh salah satu mahasiswa difabel UB, Yohana Febrianti Hera yang pernah menjadi finalis ajang pencarian bakat menyanyi

Sri Mulyani Resmikan Rumah Layanan Disabilitas di UB  Malang
(Surya/Neneng Uswatun Hasanah)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Universitas Brawijaya meresmikan Rumah Layanan Disabilitas UB, Jumat (5/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kedatangan Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Universitas Brawijaya juga sekaligus meresmikan Rumah Layanan Disabilitas UB, Jumat (5/1/2018).

Rumah Layanan Disabilitas itu menggantikan fungsi gedung yang sebelumnya merupakan Rumah Pintar Brawijaya di samping Gedung Samantha Krida di dalam kampus UB.

Dalam peresmian itu, Sri Mulyani disambut oleh salah satu mahasiswa difabel UB, Yohana Febrianti Hera yang pernah menjadi finalis ajang pencarian bakat menyanyi nasional.

Ia juga berkeliling melihat fasilitas yang disediakan oleh Rumah Layanan Disabilitas.

Rektor UB, Prof M Bisri mengatakan Rumah Layanan Disabilitas itu dibangun karena melihat besarnya animo penyandang disabilitas yang tinggi untuk mendaftar kuliah di UB.

“Sampai saat ini mahasiswa difabel di UB ada 112 orang karena kami selama ini hanya menerima 25 atau 30 orang pertahun. Jumlah itu sesuai dengan kemampuan dari tiap-tiap fakultas,” jelasnya pada SURYAMALANG.COM usai peresmian.

Animo yang besar itu mendorong UB untuk menyediakan pendampingan yang bagus bagi para penyandang disabilitas dan lebih dari yang sudah ada selama ini.

“Karena ada gedung yang kurang maksimal dipergunakan, jadi kami bangun saja di sini lengkap dengan menyediakan fasilitas untuk para penyandang disabilitas,” tutur Bisri.

Tiga Anak di Pasuruan ini Dianiaya, Disekap, dan Dipukuli Ibunya, Lalu. . .

Di dalam Rumah Layanan Disabilitas terdapat kursi roda pintar, buku-buku dengan tulisan braille, dan layanan konseling, serta fasilitas lain.

“Sehari-hari mahasiswa difabel sudah ada pendamping yang merupakan sukarelawan mahasiswa, jumlahnya sudah lebih dari 200 saat ini,” ungkapnya.



Secara rutin, UB meningkatkan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang memang harus dilakukan dengan jalur khusus.

“Kami lakukan peningkatan mutu karena biasanya penyandang disabilitas itu di bawah level umum penerimaan pembelajarannya. Hingga mereka bisa mengikuti pembelajaran di UB,” lanjutnya.

Sampai saat ini, sudah ada 15 mahasiswa penyandang disabilitas UB yang lulus dengan gelar cumlaude. (Surya/Neneng Uswatun H)

 

Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help