TribunJatim/

Belajar Hilangkan Bau Kaporit, Politisi Bali Ramai-ramai Datang ke Bangkalan

Banyak jalan menuju Roma, termasuk keinginan para politisi di Pulau Dewata untuk belajar menghilangkan bau kaporat di Pulau Madura.

Belajar Hilangkan Bau Kaporit, Politisi Bali Ramai-ramai Datang ke Bangkalan
SURYA/AHMAD FAISOL
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, Sang Nyoman Putrayasa bersama Dirut PDAM Bangkalan, Andang Pradana (tengah) di atas water treatmen Plant milik PDAM Sumber Poconh Bangkalan di Kampung Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Sebanyak 10 anggota Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali mendatangi lokasi Instalasi Pengelolahan Air (IPA) PDAM Sumber Pocong Bangkalan di Kampung Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Kamis (11/1/218).

Kedatangan rombongan komisi yang membidangi Perusahaan Daerah itu untuk mengetahui detail pengelolaan, pelayanan, dan produksi air bersih di PDAM Sumber Pocong Bangkalan.

"Air bersih milik kami muncul aroma kaporit. Bahkan saat air diminum pun terasa kaporit," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, Sang Nyoman Putrayasa saat berdiri di atas IPA bersama Dirut PDAM Bangkalan, Andang Pradana.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, warga akhirnya mengendapkan air terlebih dulu dengan cara menandon di gentong untuk mengurangi bau kaporit.

"Di sini tidak bau (kaporit). Kalau kami, air disimpan dulu dalam gentong selama dua hari," tegasnya.

Klungkung merupakan kabupaten kecil dengan luas wilayah 315 kilometer persegi. Jumlah populasi 180 ribu (2013) yang tersebar di 4 wilayah kecamatan (3 wilayah daratan dan 1 wilayah kepulauan).

Ketua Komisi III Kabupaten Klungkung Luh Komang Ari Ayuningrum menyatakan, pelanggan PDAM di Klungkung telah mencapai di atas 30 ribu.

Jumlah itu lebih tinggi dari pelanggan PDAM Bangkalan yang masih berjumlah 21 ribu. Sementara debit air tidak jauh beda dengan Bangkalan, 90 liter per detik.

"Terpenting pelayanan air bersih. Percuma air melimpah tapi masyarakat kesulitan air bersih (bau kaporit)," katanya.

Politisi Golkar itu mengungkapkan, kehadiran ke Kota Salak juga ingin mengetahui bagaimana cara menggaet 1500 pelanggan baru dalam setiap tahun yang diterapkan PDAM Bangkalan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help