Petani Jagung Lamongan Takut Hasil Panen Tak Laku Dijual, Bupati Fadeli Berikan Jaminan Tak Terduga

Ketakukan dan kegelisahan petani jagung di Lamongan akan nasib hasil panennya yang tak laku dijual perlahan-lahan pudar.

Petani Jagung Lamongan Takut Hasil Panen Tak Laku Dijual, Bupati Fadeli Berikan Jaminan Tak Terduga
SURYA/HANIF MANSHURI
Bupati Lamongan Fadeli saat menanam jagung di Kecamatan Ngimbang, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ketakukan dan kegelisahan petani jagung di Lamongan akan nasib hasil panen yang tak laku dijual perlahan-lahan pudar.

Ini setelah para petani bertemu Bupati Fadeli di acara panen raya jagung musim panen 2018 di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kamis (11/1/2018).

"Berapapun jumlah panen jagung petani akan terbeli," jamin Fadeli.

Diungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan seperti pakan ternak di Kecamatan Brondong dan Japfa yang akan membeli berapapun jumlah produksi jagung di Kabupaten Lamongan.

Apalagi kurang lebih 6 persen pertanian jagung di Kabupaten Lamongan sudah menggunakan teknologi modern.

"Ini yang menjadi kepercayaan user," katanya.

Fadeli menambahkan, jika pertanian jagung modern telah 100 persen diterapkan maka akan meningkatkan produktivitas jagung lebih tinggi lagi.

“Target kita selama 3 tahun harus dapat mencapai produktivitas 10 ton per hektare. Itu akan tercapai pada tahun 2019 mendatang,” katanya.

Sampai dengan saat ini telah direkomendasikan enam varietas bibit jagung, namun tidak menutup kemungkinan untuk menambah daftar rekomendasi varietas tersebut.

Masyarakat dapat membuat demplot sendiri seperti yang telah dilakukan pada Kecamatan Brondong.

Disana terdapat 13 varietas yang dicoba jika memang hasilnya sama varietas tersebut juga kami rekomendasikan.

Hasil penelitian di Banyubang tahun 2016 terkait varietas bibit jagung bisa saja tidak berlaku umum karena dipengaruhi oleh tanah dan lingkungan.

Sementara itu dalam rangkaian acara ini, selain melakukan panen raya jagung, Bupati Fadeli yang didampingi oleh Dandim 0812, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura juga melakukan tanam jagung dan tanam Kelengkeng.

Menurut Camat Ngimbang Roziqin, di Ngimbang terdapat 4.331 hektare luas tanam jagung menanam tanaman holtikulturan dan buah-buahan di pekarangan rumah.

Juga terdapat desa percontohan tanaman kelengkeng di Desa Slaharwotan dan Desa Girik sebanyak 1.250 pohon, 1.000 pohon buah naga di Kedungmentawar. (Surya/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved