Sempat Bikin Pusing KPK, Terungkap Sudah Cara Setya Novanto Alirkan Dananya Tanpa Transfer Bank

Kekayaannya atas dana korupsi proyek e-KTP mengalir deras tanpa tersentuh pihak bank. Terungkap cara 'tak biasa' Setya Novanto.

Sempat Bikin Pusing KPK, Terungkap Sudah Cara Setya Novanto Alirkan Dananya Tanpa Transfer Bank
Tribun Timur
Setya Novanto dan uang 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto memang pelik.

Dirinya ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas korupsi proyek e-KTP.

Menyesahkan masyarakat dan sangat merugikan negara, sidang demi sidang yang dijalaninya sekarang terus menguak fakta-fakta menarik.

Dokter dan Pengacara Setya Novanto Jadi Tersangka, Terungkap Cara Mereka Lindungi Koruptor Tersebut

Beberapa waktu yang lalu, sejak Novanto resmi mendekam di Rumah Tahanan (rutan) KPK, KPK memastikan akan menyidik aset kekayaannya.

Febri menuturkan penyidik mencermati dan mendalami aspek keuangan dan aliran dana dalam kasus ini.

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/12/2017). (Tribunnews.com)

Terlebih ada sejumlah pihak yang menerima aliran dana proyek e-KTP secara langsung maupun tidak langsung.

"Tentu aspek-aspek keuangan dan aliran dana jadi bagian yang kita cermati di kasus ini. Diduga ada sejumlah pihak yang menerima aliran dana baik melalui perantara, langsung ada juga yang dengan cara-cara tertentu. Itu jadi bagian penting bagi KPK untuk lakukan penelusuran lebih lanjut," ungkap Febri, Selasa (21/11/2017).

Setelah membuat KPK bekerja secara maksimal untuk mengusut kasus ini, fakta baru pun terbongkar.

Sering Mengeluh Sakit di Rutan KPK, Ini Ternyata Obat yang Dibawa Istri Setya Novanto

Halaman
1234
Penulis: Ignatia Andra Xaverya
Editor: Ignatia Andra Xaverya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help