TribunJatim/

Warga Kalianyar Pasuruan Was-was Rumahnya Disapu Banjir

Penyebabnya, pintu air di Kalianyar Jebol sejak, Selasa (8/1/2018) malam. Pintu air itu jebol setelah diduga kuat disapu air banjir.

Warga Kalianyar Pasuruan Was-was Rumahnya Disapu Banjir
Surya/Galih Lintartika
Pintu air jebol, warga patungan urug pasir 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Warga Kalianyar,Kabupaten Pasuruan sudah dua hari ini tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Penyebabnya, pintu air di Kalianyar Jebol sejak, Selasa (8/1/2018) malam. Pintu air itu jebol setelah diduga kuat disapu air banjir.

Bahkan, dampak dari pintu air jebol ini, tanggul pun juga ikut jebol.

Dari pantauan di lapangan, tanggul penahan banjir yang jebol ini sudah lebih dari 3 meter. Jika ini dibiarkan menganga, khawatirnya saat aliran sungai Kalianyar ini meluber dan menenggelamkan rumah warga.

Dalam kondisi tanggul normal, saat aliran sungai sangat deras, air bisa merendam rumah dengan ketinggian lebih dari 30 sentimeter.

Khawatirnya, dengan tanggul jebol, air justru bisa menenggelamkan rumah warga.

Sekadar diketahui, rumah penduduk di sekitar tanggul ini cukup banyak. Jumlahnya pun ratusan rumah. Faisol, Ketua RT setempat mengatakan bahwa pihaknya memiliki upaya swadaya masyarakat.

Kata dia, pihaknya sudah melapor ke Dinas Pengairan Kabupaten Pasuruan belum mendapatkan respon yang signifikan.

"Cuma kemarin , saya sempat laporan bahwa sungai ini tanggung jawab provinsi. Jadi perbaikan tanggul dan sebagainya itu di tingkat provinsi bukan di kabupaten," paparnya.

Saking kesalnya, ia mengajak masyarakat untuk gotong - royong memperbaiki tanggul ini. Kata dia, warga diminta urunan tenaga dan uang seadanya untuk membeli makanan dan minuman warga yang bekerja memperbaiki tanggul ini.

Sementara ini, warga membuat tanggul darurat dari pipa besar yang ditata sedemikian rupa sebagai penahan tanggul untuk tidak semakin jebol. Minimal bisa menjadi penahan tanggul agar jebolnya tidak semakin melebar.

Baca: Selamat Dari Maut, Sopir TRuk Mengucap ini

Nah, kata dia, untuk menutup tanggul yang sudah jebol itu, ia dan warga meminta bantuan warga yang memiliki ekonomi berkucupan untuk memberikan bantuan.

“Allhamdulillah mereka mau membantu dan terkumpul uang sekitar Rp 7 juta. Uang itu kami gunakan untuk beli karung dan pasir. Kami tata, menjadi sebuah tanggul darurat. Kami berharap semoga segera ada bantuan dari pemerintah,” pungkas dia. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help