TribunJatim/

Tangkal Sambaran Petir, Warga di Jombang Ramai-ramai Gelar Ritual Aneh ini

Tak ingin ada petani yang bekerja di sawah jadi korban sambaran petir, warga desa ini rela menjalani ritual aneh.

Tangkal Sambaran Petir, Warga di Jombang Ramai-ramai Gelar Ritual Aneh ini
SURYA/SUTONO
Sekitar 100 warga Dusun Banjarsari Desa/Kecamatan Bareng, menggelar tradisi ritual Clorotan, dengan berdoa dan membawa makanan kue clorotan, di makam desa, Jumat (12/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM JOMBANG - Musim penghujan sudah tiba. Petani tentu menyambut gembira, karena lahan sawah mereka tidak bakal kekurangan air.

Namun di sisi lain, musim penghujan juga bisa menjadi petaka bagi petani. Sebab, musim penghujan biasanya disertai petir atau geledek yang menyambar-nyambar.

Orang yang sedang bekerja di sawah bisa saja menjadi korban sambaran petir.

Itulah sebabnya, warga Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Jombang, selalu menggelar kegiatan ritual yang disebut tradisi Clorotan.

Ritual ini bertujuan menangkal petir dengan cara menyantap secara bersama-sama sejumlah kue. Di antaranya disebut kue 'clorotan', sebuah kue khas desa setempat. Seperti yang dilakukan Jumat (12/1/2018).

Istri Digoda 10 Tahun Lalu Picu Carok Massal, 3 Orang Sekarat dan Ususnya Terburai, Korban Lain . .

Sejak pagi, seratusan warga berkumpul di makam dusun setempat, yang di dalamnya terdapat makam Mbah Kudus.

Mbah Kudus ini diyakini sebagai tokoh pembuka hutan dan kemudian menjadikannya sebuah dusun, disebut Dusun Banjarsari.

Warga tak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa bungkusan berisi berbagai makanan atau jajanan.

Bahkan sebenarnya berbagai makanan itulah inti dari ritual ini. Tanpa makanan ter5sebut, ritual tidak akan berjalan.

Halaman
123
Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help