Lerai Carok Massal Berdarah di Madura, Tokoh Masyarakat Malah Jadi Korban, Kondisinya Mengenaskan

Carok massal berdarah di Pulau Madura ini akhirnya memakan korban orang tak bersalah, yakni tokoh masyarakat setempat. padahal ...

Lerai Carok Massal Berdarah di Madura, Tokoh Masyarakat Malah Jadi Korban, Kondisinya Mengenaskan
Tigapilarnews.com
Ilustrasi carok 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Carok massal berdarah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.

Penyebabnya, dendam lama yang masih terus berkobar-kobar karena persoalan perempuan. Karena tetap tak terima istrinya sepuluh tahun lalu digoda oleh lelaki lain, tepatnya pada tahun 2008 lalu.

Akhirnya perkelahian hidup mati dengan menggunakan senjata tajam celurit alias carok, terjadi dan langsung membuat geger warga.

Carok massal itu terjadi di Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.

Melibatkan empat orang. Dengan posisi yang tidak berimbang, yakni satu orang melawan tiga orang.

Yakni, Wahyudi (30), warga Desa Duko, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Melawan tiga orang, Matsani (35), warga Desa Sumber Nangka dan Ainur Rahman (27) serta Andi (25) juga warga Desa Sumber Nangka, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Sumenep, Madura.

Inilah 6 Fakta Paling Penting Pembunuhan Wanita Bercadar, Nomor 5 Paling Bejat dan Menyayat Hati

Istri Digoda 10 Tahun Lalu Picu Carok Massal, 3 Orang Sekarat dan Ususnya Terburai, Korban Lain . .

Seorang tokoh masyarakat bernama Moh Saleh (37), warga Desa Sumber Nangka juga terlihat karena mencoba melerai aksi Carok tidak imbang tersebut.

Akibatnya, satu orang tewas, dua luka berat, dan satu luka ringan. 

Halaman
1234
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help