Tak Diundang ke Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, Trump Berpotensi Jadi Ancaman UK?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan tak akan diundang ke acara pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Tak Diundang ke Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, Trump Berpotensi Jadi Ancaman UK?
Donald Trump, Pangeran Harry and Meghan Markle 

TRIBUNJATIM.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikabarkan tak akan diundang ke acara pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Nama Donald Trump dikabarkan tak tampak dalam daftar tamu yang akan diundang pasangan tersebut.

Dilansir dari Mirror, hal ini bisa menjadi penghinaan besar, terutama untuk sosok Donald Trump yang terbilang sensitif dengan hal semacam ini.

'Daftar tamu belum diumumkan secara resmi, namun kami memang tidak punya alasan untuk mengundangnya (Trump),' ujar seorang sumber dari keluarga kerajaan Inggris.

(Ditolak Tunangannya untuk Diajak Keluar, Pria Asal Malang Bawa Kabur sang Kekasih Hingga 4 Bulan)

Berita ini datang usai munculnya kabar soal Trump yang menyatakan tak akan kunjungi UK bulan depan, termasuk saat ada pembukaan kedutaan AS di London.

Pada acara BBC Radio 4'2 Today Programme, Pangeran Harry mengaku belum selesai mendaftar nama-nama yang akan diundang di pernikahan mereka bulan Mei nanti.

Saat disinggung apakah akan mengundang presiden AS terdahulu yakni Barrack Obama, Pangeran Harry hanya menjawab tidak tahu.

Pertanyaan ini cukup wajar, mengingat Obama dan pangeran Harry sempat jadi partner kerjasama dalam menggelar Invictus Game, yakni event olahraga untuk para veteran pada bulan September.

 (Diminta Nyanyi di Lomba Jingle Partai Demokrat, Emil Dardak: Jadi Inget Pas Promo Keliling Radio)

Yang menarik, awal pekan ini, sebagian pihak menyebut Donald Trump dapat menyabotase kesepakatan perdagangan transatlantik dengan UK bila Pangeran Harry tidak mengundangnya.

Michael Wolff, penulis buku 'Fire and Fury, on the American president has roiled US politics', menyebut sosok Trump ialah orang yang sangat menghargai hubungan bila 'dirinya dapat yang dia mau'.

'Dia tidak suka dihina dan paling senang bila menjadi pusat perhatian,' ujar Wolff pada Mirror.

'Doktrin Trump sangat mudah, untuk anda orang-orang Inggris yang mau memperlakukannya dengan baik, termasuk mematuhi fantasi-fantasinya, maka dia (Trump) akan memberi anda apapun yang anda mau. tentu bila itu tidak merugikannya,' Lanjut Wolff.

(Akhirnya, Arab Saudi Perbolehkan Para Wanita Nonton Laga Sepak Bola Langsung di Stadion)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help