Razia PLN di Tulungagung, Petugas Temukan Pencurian Listrik Dengan Paku, Bagaimana Mungkin?

“Sudah dicek oleh PLN dan tidak terbukti tidak ada perangkat yang menyala di luar meteran. Tapi bekas paku itu yang dipermasalahkan,” ucap Ryan.

Razia PLN di Tulungagung, Petugas Temukan Pencurian Listrik Dengan Paku, Bagaimana Mungkin?
Kompasiana
Ilustrasi meteran listrik 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Ryan (31) , seorang warga di Wates, Sumbergempol, Tulungaggung mengeluh karena listriknya diputus PLN. Alasannya banyak lubang paku ditemukan di kabel yang dari tiang listrik ke kotak meteran.

Lubang-lubang bekas paku itu diduga digunakan untuk mencuri daya listrik. Ryan sebagai pemilik rumah kemudian yang menjadi tertuduh. Padahal Ryan merasa tidak pernah mencuri listrik.

“Sudah dicek oleh PLN dan tidak terbukti tidak ada perangkat yang menyala di luar meteran. Tapi bekas paku itu yang dipermasalahkan,” ucap Ryan.

Petugas PLN kemudian memutus aliran listrik di rumah Ryan. Agar bisa disambung kembali, Ryan harus membayar denda Rp 11 juta lebih. Denda itu bisa diangsur sebanyak tujuh kali.

“Siapa yang sanggup membayar denda begitu besar. Sampai sekarang saya memilih untuk tidak menyambungkan lagi,” ujarnya.

Ryan menduga, bolongnya kabel PLN itu karena tukang sound system. Ia ingat, saat dirinya sunat orang tuanya membuat pesta. Saat itu tukang sound tidak membawa generator set (genset).

Baca: Ada Isu ‘Video Viral’, Netizen Heboh Saat Mbah Mijan Ramalkan Nasib Marion Jola: Gak Takut Dituntut?

Tukang sound kemudian memaku kabel PLN dan dijadikan sumber tenaga untuk perangkat elektroniknya.

Demikian juga saat ada pengajian di rumahnya, tukan sound melakukan hal serupa. Menurutnya, hal itu lazim dilakukan di masa kecilnya.

“Waktu itu kebanyakan tukang sound tidak pernah bawa genset. Asal yang punya hajat sudah menyalur listrik PLN, mereka memaku kabel,” tutur Ryan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved