TribunJatim/
Home »

Jatim

Pilgub Jatim 2018

Persoalan Mahar Politik Rp 40 Miliar, La Nyalla Kembali Mangkir dari Undangan Bawaslu Jatim

La Nyalla Matalitti kembali mangkir dari undangan kedua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jatim yang dijadwalkan hari ini, Rabu (17/1/2018).

Persoalan Mahar Politik Rp 40 Miliar, La Nyalla Kembali Mangkir dari Undangan Bawaslu Jatim
TRIBUNJATIM.COM/AULIA FITRI HERDIANA
Pengusaha La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Jawa Timur periode 2018-2022 saat Musyawarah Daerah (Musda) IV Gapeknas Jatim di Surabaya, Sabtu (12/8/2017) petang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - La Nyalla Matalitti kembali mangkir dari undangan kedua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Jatim yang dijadwalkan hari ini, Rabu (17/1/2018).

Undangan ini adalah panggilan lanjutan dari undangan pada hari Senin (15/1/2018), yang mana La Nyalla Matalitti mangkir dari undangan tersebut.

( Tak Hanya La Nyalla, Sederet Tokoh ini Juga Mengaku Diminta Mahar Politik di Pilkada 2018 )

La Nyalla diundang oleh Bawaslu untuk dimintai konfirmasi terkait statement-nya mengenai dugaan adanya mahar politik yang menimpa dirinya.

"Ini adalah tindak lanjut dari undangan sebelumnya, sekarang ini kami undang, namun juga tidak hadir dan tidak mengutus utusan," jelas Aang Kunaifi selaku komisioner Bawaslu, Rabu (17/1/2018).

Selain itu, Aang juga mengatakan tak ada konfirmasi terkait ketidakhadiran dari La Nyalla.

"Kehadiran La Nyalla sangat diharapkan untuk upaya pencegahan, jika pemberitaan tersebut terus dibiarkan maka tentu ada pihak yang dirugikan," jelas Aang.

( KPU Siapkan 4 Usulan Pembagian Dapil Kecamatan Batu, yang Kedua Paling Recommended )

Seperti yang diberitakan sebelumnya, La Nyalla mengaku dimintai uang Rp 40 Miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di Pilkada Jatim 2018.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help