Perahu Pokmaswas, Cara Baru Pelototi Ekowisata Laut dan Tempat Penyu Bertelur

Konservasi dan ekowisata jadi salah satu daya tarik di sepanjang garis pantai Banyuwangi. Pengawasan dilakukan dengan cara baru ini.

Perahu Pokmaswas, Cara Baru Pelototi Ekowisata Laut dan Tempat Penyu Bertelur
SURYA/HAORRAHMAN
Bantuan perahu pada Pokmaswas Rejosari, untuk pengawasan dan pengelolaan konservasi cemara dan penyu di Banyuwangi, Rabu (24/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Konservasi dan ‎ekowisata menjadi salah satu daya tarik di sepanjang garis pantai Banyuwangi. Di sepanjang pantai, dibentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

Pokmaswas merupakan pelaksana pengawasan di tingkat lapangan, yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, agama, adat, nelayan, petani ikan‎, dan masyarakat maritim lainnya.

‎Untuk memudahkan proses pengawasan dan pelestarian, Pokmaswas mendapat bantuan perahu beserta alat-alat konservasi, yang bisa dimanfaatkan anggota Pokmaswas.‎

Perahu tersebut merupakan bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.

"Perahu ini untuk meningkatkan sistem pengawasan yang melibatkan peran aktif masyarakat, dalam mengawasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Hary Cahyo Purnomo, di Pantai Cemara Banyuwangi, Rabu (24/1/2018).

Horee . . . Tahun ini Pemkab Mojokerto Buka 348 Lowongan CPNS, Ini Rincian Formasi dan Pagunya

Kurang Bayar Ongkos, 2 SMK ini Nekat Bunuh Driver Taksi Online, Habis itu Lalu Sekolah dan . . .

Hary mengatakan, salah satu fungsi dari Pokmaswas, adalah pengawasan potensi maritim. Seperti di Pantai Cemara, merupakan tempat konservasi cemara udang dan penyu.

Di pantai ini telah dibentuk Pokmaswas Rejosari. Di pantai yang terletak tiga kilometer dari Kota Banyuwangi itu, terdapat tempat penakaran penyu juga hutan yang ditanami ribuan cemara.

Di pantai ini Pokmaswas membagi area hutan tersebut menjadi dua zona. Zona umum yang bisa dimasuki pengunjung secara bebas.

Halaman
12
Penulis: Habibur Rohman
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help