Nur Fitriana Istri Bupati Sumenep Jadi Komisaris Bank Perkreditan Rakyat, Mahasiwa Demo

Pengangkatan Nur Fitriana, istri Bupati Sumenep, menjadi komisaris Bank Perkreditan Rakyat Sumekar (BPRS) Bhakti Sumekar, BUMD milik Pemkab Sumenep

Nur Fitriana Istri Bupati Sumenep Jadi Komisaris Bank Perkreditan Rakyat, Mahasiwa Demo
Surya/Moh Rivai
Puluhan mahasiswa FKMS, saat mendatangi kantor Bupati Sumenep, mengecam pengangkatan istri bupati Nur Fitriana sebagai komisaris BUMD Sumenep. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sejumlah mahasiswa Sumenep melakukan aksi demo di Kantor Bupati Sumenep Madura, Senin (29/1/2018).

Pengangkatan Nur Fitriana, istri Bupati Sumenep, menjadi komisaris Bank Perkreditan Rakyat Sumekar (BPRS) Bhakti Sumekar, BUMD milik Pemkab Sumenep, Madura membuat para aktivis protes.

Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) mendatangi kantor Bupati Sumenep di jalan dr Cipto Sumenep dan langsung menggelar orasi.

Mereka mengecam keputusan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dinilai mencederai sebuah kepercayaan publik terhadap badan usaha milik Pemkab dengan menempatkan istri bupati Nur Fitriana sebagai komisari Bank BPRS.

“Penempatan Nur Fitriana Busyro sebagai salah satu anggota komisaris BUMD - BPRS ini sangat tidak etis. Karena cenderung dan mengarah ke KKN,” ujar Sutrisno koordinator aksi FKMS.

Baca: Tubuhnya Kaku Bagai Kayu Selama 24 Tahun, Munir Masih Bisa Bercinta dengan Istri, Ini Pengakuannya

Lebih tegas, FKMS mengatakan, pengangkatan Nur Fitriana tidak saja mengarah ke nepotisme, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD yang mengharuskan mereka yang berasal dari profesional, juga mengharuskan mereka yang sudah berpendidikan minimal S1.

Baca: Pelaku yang Diduga Bobol Brankas Gerai di Tunjungan Plaza Surabaya Pesan Taksi Online untuk Ini

“Sedangkan istri Bupati ini, Nur Fitriana cuma lulusan D3,” lanjutnya.

Unjukrasa FKMS yang digelar tanpa mengenakan baju itu berjalan sekitar 2 jam, namun tak ada dari pihak pemerintah yang menerima perwakilan mereka. Mereka akhirnya membubarkan diri. “ Karena mereka tidak mau menerima kami, maka kami akan datang kembali ke gedung ini,” ancam mereka sambil membubarkan diri.(riv)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help