Kementerian PUPR Alokasikan Dana Rp 10 M Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Pasuruan

Kementerian PUPR mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar dari DAK Penugasan untuk kebutuhan pemenuhan air bersih di Kabupaten Pasuruan

Kementerian PUPR Alokasikan Dana Rp 10 M Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Pasuruan
SURYA/IRWAN SYAIRWAN
Warga Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo mengantre air bersih karena kebanjiran sejak Jumat lalu, Rabu (29/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kementerian PUPR mengalokasikan dana sekitar Rp 10 miliar dari DAK Penugasan untuk kebutuhan pemenuhan air bersih di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan perwakilan Kementerian PUPR, Indra Kartasasmita, saat berada di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Selasa (30/1/2018) siang.

Kepada Surya, dia menjelaskan, anggaran itu nantinya akan melengkapi anggaran 40 miliar yang sudah dialokasikan sebelumnya.

Jadi, tahun ini, total anggaran dari kementrian untuk membangun jaringan air bersih bernilai Rp 50 miliar.

"Pasuruan ini daerah rawan air bersih. Jadi kebutuhan air bersih harus dicukupi. Caranya ya perbanyak membuat jaringan air bersih. Nah anggaran ini dialokasikan untuk daerah yang belum pernah diberi bantuan jaringan air bersih," kata dia.

Dia menjelaskan, fokus penambahan wilayah ini, di daerah Winongan, dan Lumbang. Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah menerima gambaran kerja yang tersaji dalam Detail Engineering Design (DED) terkait kebutuhan jaringan air bersih.

"Kami akan segera lihat DED-nya. Kalau akan segera anggarkan tambahan dana tersebut," paparnya.

Menurut dia, dana tambahan itu diharapkan mampu mendukung rancangan prioritas pemenuhan air bersih, yang dibutuhkan. Dari data terakhir, ada tujuh kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang rawan rawan air bersih.

Ia sangat memahami, masih terdapat kekurangan untuk pemenuhan jaringan distribusi air bersih.

Akan tetapi hingga 2019 nanti, paling tidak telah ada rancangan pengalokasian anggaran sebesar Rp 237 milyar untuk keseluruhan pemenuhannya.

Baca: Begini Kronologi Perawat Suntik Mayat Menurut Rumah Sakit Siti Khodijah

"Dan memang masih ada kekurangan-kekurangan," jelasnya.

Kata dia, itu masih dimungkinkan secara bertahap, karena ketersediaan anggaran di pusat. Jadi perjanjiannya memang masih ada 200-an miliar untuk itu.

Baca: Tiduri 15 Gadis dalam Sebulan dan Berbuat Keji, Pria Ini Ngaku Tak Takut Dosa, Alasannya Tak Terduga

Kementerian PUPR, sudah anggarkan Rp 40 miliar, agar dapat mendistribusikan air bersih di Lumbang dan Winongan bagian atas. Proses pengerjaan sudah berlangsung sejak Nopember 2017.

Proses pengerjaan ini diprediksi akan selesai pada Desember 2018. Targetnya air bersih dapat dinikmati pada awal 2019 sesuai dengan target presiden.(Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help