Tak Kunjung Kirim Usulan UMK Sektoral ke Gubernur, Pemkab Gresik Digeruduk Massa Buruh

Kantor Pemkab Gresik digeruduk massa buruh karena tak kunjung merespon pemberlakuan UMK sektoral.

Tak Kunjung Kirim Usulan UMK Sektoral ke Gubernur, Pemkab Gresik Digeruduk Massa Buruh
SURYA/SUGIYONO
Massa buruh dari Sekber saat berada di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo sebelum menuju kantor Kantor Pemkab Gresik menuntut diberlakukan UMK sektoral, Rabu (31/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ratusan massa Serikat Bersama (Sekber) DPC Serikat Pekerja/Buruh menggelar unjuk rasa ke Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kantor Pemkab Gresik, Rabu (31/1/2018).

Mereka menuntut upah minimum kota (UMK) sektoral diberlakukan di Gresik.

Pemkab Gresik segera didesak segera mengajukan UMSK ke Gubernur Jatim.

Aksi turun ke jalan dilakukan massa Sekber DPC SP/SB, karena pengajuan pemberlakuan UMSK sejak Desember 2017 sampai akhir Januari 2018 belum juga diajukan oleh Bupati ke Gubernur.

"Kita minta Pemkab Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja untuk segera membentuk asosiasi pengusaha sektoral, sehingga bisa menentukan upah sektoral," tegas Pua Wirawan, Korlap FNPBI, yang juga pengurus Sekber DPC SP/SB.

Jalankan Wasiat dan Ditemui Gus Dur Lewat Mimpi, Tokoh Sepuh ini Siap All Out Menangkan Khofifah

Para buruh meminta kenaikan UMK Sektoral Kabupaten Gresik sebesar 5 sampai 10 persen dari UMK Gresik 2018 Rp 3.580.370 per bulan.

Tuntutan lainnya, Pemkab Gresik diminta segera memberlakukan Perda Nomor 8 Tahun 2016 dan segera dibuatkan Perbup tentang dampak alih daya.

"Pemkab Gresik juga diminta untuk tegakan hukum ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik," tandas Apin Sirait, Ketua SPKEP KSPI Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Agus Mualif mengatakan, untuk membuat asosiasi pengusaha sektoral harus dilakukan secara nasional.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help