Pilgub Jatim 2018

Buruh Tambak dan Nelayan Gresik Curhat ke Khofifah, Begini Suara Keluhan Mereka

Kehadiran Bacagub Khofifah ke Manyar Gresik, mencurahkan keluhan dan masukan

Buruh Tambak dan Nelayan Gresik Curhat ke Khofifah, Begini Suara Keluhan Mereka
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima curhatan para nelayan, buruh tambak, muslimat yang ia temui di Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (2/2/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Masyarakat pendukung Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa di Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mencurahkan keluhan dan masukan yang selama ini menjadi permasalahan di wilayahnya.

Mereka yang terdiri dari Kelompok Ukhuwah Petani Tambak, Paguyuban Pekerja Pantura, Paguyuban Nelayan, dan juga Paguyuban Tukang Ojek Becak dan Ojek menyampaikan curahan itu saat Khofifah mengunjungi mereka di markas KH Hakim, Jumat (2/2/2018).

Salah satunya adalah Ali Hamdi dari Ukhuwah Petani Tambak Manyar.

Ia mengatakan lahan tambak di sana terus tergerua oleh pembangunan pelabuhan internasional.

"Lahan di sana akan dijadikan pelabuhan internasional seluas 3000 hektar. Terus terang, lahan di sana sudah dijual semua ke pelabuhan, lalu kami sebagai buruh tambak mau dikemanakan," ujarnya.

Khofifah Catat Semua Keluhan Nelayan di Buku Khusus, Juga Siapkan Beasiswa S2 Guru Madin

Menurut Ali Hamdi, bagi pemilik tambak, tentunya mendapatkan banyak ganti rugi penjualan. Namun bagi buruh tambak, mereka sedang tekatung untuk mencari pekerjaan pengganti.

"Beberapa dari kami dimasukkan ke tiga pabrik. Tapi belum semuanya," katanya.

Lebih lanjut ia juga mengeluhkan tentang masalah gaji. Gaji untuk buruh tidak sesuai dengan UMK Gresik. Dimana untuk kerja harian mereka hanya diberi gaji Rp 70 ribu sampai Rp 90 ribu.

Padahal UMK Kabupaten Gresik jika dibayarkan harian nilainya mencapau Rp 130 ribu.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help