DLH Pasuruan Minta Perusahaan Hijaukan Lahan Kritis

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendesak perusahan - perusahaan di Kabupaten Pasuruan untuk membantu menghijaukan lahan kritis di kabupaten ini

DLH Pasuruan Minta Perusahaan Hijaukan Lahan Kritis
Surya/Galih Lintartika
lahan kritis ditanami penghijauan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendesak perusahan - perusahaan di Kabupaten Pasuruan untuk membantu menghijaukan lahan kritis di kabupaten ini.

Bahkan, wacana baru, DLH akan meminta perusahaan pemanfaat air dalam jumlah yang besar untuk ikut andil dalam penghijauan. Kalau bisa, penghijauan yang dilakukan oleh perusahaan pemanfaat air ini juga dalam jumlah yang besar.

Dari data yang ada, lahan kritis di Kabupaten Pasuruan ini mencapai sekitar 40.000 hektar dan berada di tiga kawasan pegunungan, yakni Bromo, Arjuna dan Penanggungan.

“Kami akan kumpulkan perusahaan-perusahaan itu, terutama yang memanfaatkan air dalam jumlah besar. Agar mereka memenuhi kewajibannya, menghijaukan kembali lahan kritis, " kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Muchaimin, Jumat (2/2/2018).

Baca: Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Jadi Wakil Pertama Indonesia yang Amankan Tiket Semifinal India Open

Penghijuan kembali lahan kritis itu, kata dia , berfungsi untuk menjaga cadangan air bawah tanah agar tidak habis. Selain itu, cadangan air juga bermanfaat atau berfungsi mengataso bencana banjir, longsor, atau lainnya.

Di Kabupaten Pasuruan, terdapat sekitar 3.000 perusahaan lebih. Dari jumlah itu, sebanyak 1.300 di antaranya adalah perusahaan skala besar dengan jumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) sekitar 600 perusahaan.

Dari perusahaan skala besar itu, terdapat 82 perusahaan yang memanfaatkan air untuk bahan baku serta proses produksi.

Baca: Tak Kunjung Berangkat, Jamaah Umrah Travel SBL Lamongan Lapor Polisi

“Konservasi penanaman pohon itu wajib bagi perusahaan. Itu bukan CSR (corporate sosial responbility), karena mereka gunakan air untuk bahan baku produksinya. Ijin lingkungan yang telah dikeluarkan, akan ditinjau ulang jika mereka tidak penuhi kewajibannya ,” ancam Muchaimin.

Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Kabupaten Pasuruan, Sulistiyowati, mengatakan bahwa masih banyak perusahaan yang melalaikan kewajibannya. Dari sebanyak 1,48 juta pohon yang wajib ditanam oleh 82 perusahaan, hanya terpenuhi sekitar 44.000 pohon saja.

“Itu untuk Tahun 2017 lalu. Hanya berapa persen yang dipenuhi. Saat ini kami melakukan evaluasi dan sekaligus menyiapkan formula, agar perusahaan memenuhi kewajibannya,” tandas Sulistiyowati yang juga Dekan Fakultas Pertanian unmer Pasuruan ini.

Temuan yang diungkap oleh Forum DAS Kabupaten Pasuruan itu cukup mengejutkan. Sebab, hampir semua perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), ada di Kabupaten Pasuruan. Sebut saja, berbagai perusahaan air mineral seperti PT Danone dengan Aqua-nya, PT Coca Cola Company, Club dan lainnya ada di Pasuruan. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help