Ajak Petani Jember Jadi Entrepreneur, Dinas Pertanian Gelar Sosialisasi

Pendopo Wahya Wibawa Jember yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma No 11b, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi venue belangsungnya acara

Ajak Petani Jember Jadi Entrepreneur, Dinas Pertanian Gelar Sosialisasi
Surya/Muhammad Erwin Wicaksono
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Memberikan Sosialisasi Kepada Petani di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pendopo Wahya Wibawa Jember yang terletak di Jl. Wijaya Kusuma No 11b, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi venue belangsungnya acara Sosialisasi Program Hulu Hilir Argomaritim Sektor Pertanian (7/2/2018).

Berbagai gabungan kelompok tani dari berbagai daerah di Jember, turut ikut serta dalam sosialisasi ini.

Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jember. Sebagai program baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Tujuan utama dari program Hulu-Hilir ini adalah, memberdayakan lembaga tani, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melalui kemitraan kerjasama.

Baca: Jelang Menikah, Pemuda Asal Bojonegoro Meninggal Kesetrum Listrik

Program Hulu-Hilir menawarkan sebuah produk yakni, Kredit Hulu-Hilir Agro Maritim. Kredit yang ditawarkan berupa Kredit Investasi dan Modal Kerja.

Pembiayaan tersebut meliputi, ketika panen dan pasca panen. Sehingga petani dapat meningkatkan hasil panennya.

Asuransi Jasindo dan PT Jamkrida Jawa Timur, siap memberikan perlindungan dan solusi untuk mengurangi resiko ketika gagal panen.

Bank Jatim ditunjuk sebagai instansi perbankan yang menangani proses secara finansial, bagi petani dalam administrasi kredit.

"Semua sudah siap, kami mengajak petani untuk menjadi entrepreneur, jadi pengusaha lah istilahnya" tutur Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo.

Baca: Musim Haji 2018, Kementerian Agama Tetapkan Ada 35.035 Calon Jemaah Haji di Embarkasi Surabaya

Hadi Sulistyo menambahkan, petani jangan khawatir dengan harga jual hasil panen. "Bulog siap membeli hasil panen petani sesuai peraturan Bulog, nantinya hasil panen yang dijual bukan gabah, namun beras premium, makanya nilainya lebih tinggi" tambah Hadi Sulistyo, ketika berbicara di podium.

"Petani tinggal menjalankan, nantinya sudah meliputi alat operasional panen padi, mari dijalankan dengan baik mulai saat ini" tutup Hadi Sulistyo. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help