Sudah Dua Minggu Lebih, Kasus E-Rapor Madiun Belum Ada Titik Terang

Kasus pengadaan aplikasi e-rapor yang berujung diadukannya 55 kepala SDN di Kota Madiun oleh pihak rekanan ke Polres Madiun Kota

Sudah Dua Minggu Lebih, Kasus E-Rapor Madiun Belum Ada Titik Terang
(Surya/Rahadian bagus)
Perwakilan dari PT. STA menyerahkan lisensi aplikasi Microsoft dan aplikasi e-rapor kepada kepala SDN Manguharjo 1 Kota Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kasus pengadaan aplikasi e-rapor yang berujung diadukannya 55 kepala SDN di Kota Madiun oleh pihak rekanan ke Polres Madiun Kota, belum ada titik terang.

Sudah dua minggu lebih, sejak pengaduan pihak rekanan PT Sky Tech Asia (PT. STA) namun hingga kini pihak kepolisian belum juga melakukan gelar perkara dan meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro mengatakan, pihaknya telah memeriksa 10 saksi terkait dengan kasus ini.

"Untuk saat ini masih pemeriksaan saksi-saksi. Sudah sepuluh aksi," kata Logos saat dikonfirmasi, Rabu (7/2/2018) siang.

Ketika ditanya kapan akan dilakukan gelar perkara, Logos enggan menjawab. Begitu juga ketika ditanya apakah ada kendala dalam penanganan kasus ini, Logos tidak menjawab.

"Masih belum, semua saksi kami lakukan pemeriksaan," kata Logos.

Baca: Terkait Kabar Penunjukan Zulkifli Hasan Jadi Ebes Aremania, Begini Klarifikasi Simon Zakaria

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan akan menangani kasus ini secara profesional.

"Kami akan melaksanakan proses penanganan secara profesional. Kalau memenuhi unsur pidana, tentunya akan ditingkatkan pada tahap penyidikan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, selain kepala sekolah, dari 10 saksi yang sudab diperiksa di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana.

Baca: Khofifah Indar Parawansa: Emil Adalah Inspirasi Muda Milenial Jatim

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, kepada wartawan menyebut tidak ada kerugian negara dalam kasus pengadaan aplikasi e-rapor. Sebab, 55 sekolah dasar negeri di Kota Madiun penerima program itu telah mengembalikan uang ke kas daerah.

Dalam kasus pengadaan aplikasi e-rapor, dari 56 SDN di Kota Madiun, hanya satu sekolah yakni SDN Manguharjo 1 yang membayar pengadaan senilai Rp 35,7 juta itu.

"Ini kan tidak ada kerugian negara. Anggaran pengadaan sudah dikembalikan ke kas daerah," kata Maidi.

Meski demikian, Maidi mengatakan kasus e-rapor ini perlu ditelisik lebih jauh di mana letak permasalahan. Menurutnya, apabila permasalahannya hanya pada proses administrasi, seharusnya tidak perlu dibawa ke ranah hukum. (Surya/Rahadian bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help