Berada di Tengah Kota, Puluhan Rumah Warga Magetan Malah Terancam Longsor

Tinggal di rumah yang berada di tengah kota tak membuat warga aman, malah terancam longsor. ternyata ...

Berada di Tengah Kota, Puluhan Rumah Warga Magetan Malah Terancam Longsor
SURYA/DONI PRASETYO
Polisi menutup Jalan Thamrin Magetan kota, karena kondisinya membahayakan, Kamis (8/2/2018). Separuh jalan retak menganga dan rawan longsor ke Kali Gandong sedalam lebih 25 meter. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sejak dua hari ini akses Jalan Thamrin, Magetan Kota ditutup dengan garis polisi karena terancam longsor ke Kali Gandong sedalam kurang lebih 25 meter.

Tidak hanya itu, 29 rumah, sembilan diantaranya berada didaerah rawan longsor.

Bahkan, dua kepala keluarga (KK) setempat, sudah meninggalkan rumahnya mengungsi, saat hujan turun dengan lebatnya, Rabu (7/2/2018) sore.

"Kita takut saja, karena rumah saya posisinya berada dekat dengan titik longsoran. Apalagi setiap waktu terdengar bunyi geruduk-geruduk tanah lonsor ke jurang Kali Gandong, disertai getaran kayak gempa, tapi kecil," kata Saifulloh, seorang warga Jalan Thamrin yang mengungsi kepada Surya, Kamis (8/2/2018).

Selain Saifulloh, warga yang mengungsi bersama keluarganya yakni Suparlan, rumahnya berdekatan dengan keluarga Saifulloh.

Sedang tujuh KK lainnya memilih bertahan, karena posisi rumah mereka jauh, meski masih dalam kawasan rawan longsor.

"Dari 29 rumah di RT1/RW3, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Magetan, 9 rumah masuk daerah rawan," jelas Gading, Ketua RT1/RW3, Kelurahan Kauman, Magetan.

Menurut Gading, dari sembilan rumah, yang masuk wilayah rawan longsor itu, termasuk rumahnya, meski agak jauh sekitar 7 hingga 9 meter dari titik longsor.

"Insya Allah, meski rumah saya masuk didalam garis polisi, atau wilayah rawan ikutan longsor, saya belum perlu merasa khawatir. Mudah mudahan tidak apa apa," terangnya.

Sebagai Ketua RT, dia mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Ketua RW3, untuk melaporkan masalah kondisi rekahan di Jalan Thamrin yang semakin melebar dan dalam.

"Kita berharap, Pemerintah Kabupaten Magetan segera mengambil langkah sebelum ada kejadian. Apalagi sampai membawa korban jiwa," harapnya.

Kapolsek Magetan AKP Muhammad Munir Pahlevi mengatakan, begitu mendapat laporan warga, mengambil inisiatif menutup jalan dan memasang garis polisi.

Selain itu, anggota Polsek Magetan bersama Babinsa TNI setiap waktu meronda tempat tersebut.

"Jalan ini memang harus segera ditutup, karena sangat beresiko bagi pengguna jalan. Apalagi jalan ini dilingkungan Sekolah Muhammadiyah, yang padat penjemput. Karenanya arus kita alihkan ke Jalan Kelud," tegas AKP Munir. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved