TribunJatim/

Asyiknya Bisnis Oleh-Oleh Khas Kediri

Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kediri kini sedang naik daun. Adapun salah satu produk UMKM

Asyiknya Bisnis Oleh-Oleh Khas Kediri
Surya/Mohammad Romadoni
Warga memadatadi tumpeng tahu kuning di area Simpang Lima Gumul (SLG). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kediri kini sedang naik daun.

Adapun salah satu produk UMKM legendaris di tanah Panji ini adalah tahu kuning yang lebih populer disebut tahu takwa.

Gatot Siswanto merupakan owner tahu takwa dengan merek dagang GTT (Gudange Tahu Takwa) yang telah tersohor di Kabupaten Kediri.

Usaha tahu takwa ini berkembang pesat hingga mampu membuat sentra pusat oleh-oleh khas Kediri di Jalan Pamenang, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem,

"Pusat oleh-oleh ini beroperasi Senin (1/7/2013) sekira pukul 09.00 WIB," tuturnya kepada Surya, Kamis (8/2/2018).

Baca: La Nyalla : Soal Hutang PSSI-Liga, Joko Driyono Paling Tahu

Gatot sapaan akrab pria ini mengatakan seiring berjalannya waktu usahanya semakin berkembang. Secara bertahap tempat usaha miliknya menjadi jujugan produk UMKM di seluruh daerah Jawa Timur, termasuk dari Kabupaten Kediri dan Kota Kediri.

Setidaknya, saat ini ada ribuan produk UMKM dari mitra usahanya berada di toko oleh-oleh miliknya.

"Bisnis oleh-oleh khas Kediri masih memiliki peluang yang besar. Apalagi, produk jajanan khas ini juga sebagai penunjang pariwisata," bebernya.

Dijelaskanya, usaha oleh-oleh yang telah digelutinya itu sangat mengasyikan. Asyiknya yaitu dia dapat banyak mengenal orang dari mitra usahanya. Namun hal yang terpenting adalah usahanya ini adalah telah mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Misalnya, kata Gatot, adanya gerai pusat oleh-oleh ini dapat menampung sekaligus mendukung memprosikan produk UMKM yang baru tumbuh.

Baca: Pura-Pura Menginap Bandit Wanita Asal Kediri ini Kuras Harta Korban

"Bukan menjadi besar tetapi yang paling adalah kita dapat bermanfaat bagi seluruh orang, khususnya di Kabupaten Kediri," paparnya.

Menurut dia, semakin asyik jika banyak warga yang mempunyai produk oleh-oleh lokal, sehingga dapat menambah variasi. Sebenarnya, seluruh produk oleh-oleh itu saling mendukung dan merupakan kesatuan untuk menunjang disektor pariwisata.

"Kalau banyak variasi jadinya asyik, pengunjung dari luar kota dapat memilih produk oleh-oleh sesuai keinginannya," imbuhnya. (Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help