Loper Koran Hingga Asongan, Gatot Sukses Bikin Pusat Oleh-oleh Khas Kediri

Gatot Siswanto, Owner GTT (Gudange Tahu Takwa) berbagi pengalamannya ketika memulai bisnisnya di bidang oleh-oleh khas Kabupaten Kediri.

Loper Koran Hingga Asongan, Gatot Sukses Bikin Pusat Oleh-oleh Khas Kediri
Surya/Mohammad Romadoni
Warga memadatadi tumpeng tahu kuning di area Simpang Lima Gumul (SLG). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Gatot Siswanto, Owner GTT (Gudange Tahu Takwa) berbagi pengalamannya ketika memulai bisnisnya di bidang oleh-oleh khas Kabupaten Kediri.

Kehidupan Gatot sapaan akrab pria ini  pada masa sekolah SMP Pemenang 1986 hingga 1989, sempat menjadi loper koran.

Maklum orang tuanya adalah pembuat tahu dan bekerja serabutan sebagai pencari gabah sisa panen di sawah.

Ekonomi pas-pasan membuat dia membanting tulang untuk mencukupi biaya sekolahnya.

Apalagi, sebagai anak pertama dari empat bersudara yang menjadi panutan, ia harus bekerja keras secara mandiri.

Kemudian, dia menjadi pedagang asongan yakni menjual tahu kuning atau tahu takwa khas Kediri di terminal lama sekitar tahun 1990.

Baca: Asyiknya Bisnis Oleh-Oleh Khas Kediri

Saat menjadi pedagang asongan ia berstatus pelajar di STM Kertonegoro Jurusan Bangunan lulus 1992.

Dia tetap konsisten menjadi pedagang asongan menawarkan produk tahu takwa ke sejumlah toko di Jalan Pattimura Kota Kediri selama 17 tahun.

Suka duka menjadi pedagang asongan tahu takwa telah dilewatinya. Sebagai pedagang asongan di terminal, dia telah merasakan kerasnya kehidupan jalanan kala itu. Perjuangannya selama itu berujung manis.

"Akhirnya ada juga toko yang mau menerima tahu takwa merek saya sendiri GTT, pada tahun 2008," tuturnya kepada Surya, Kamis (8/2/2018).

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help