TribunJatim/

Pilkada Bangkalan

Jelang Pilkada, Begini Cara Unik Kapolres Bangkalan Bentengi Pemilih Pemula dari Berita Hoax

Cara Kapolres Bangkalan membentengi siswa dan pemilih pemula dari berita hoax jelang Pilkada terbilang unik dan ...

Jelang Pilkada, Begini Cara Unik Kapolres Bangkalan Bentengi Pemilih Pemula dari Berita Hoax
SURYA/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha menjadi inspektur upacara di SMAN 1 Kamal, Senin (12/2/2018). Ia mengingatkan pentingnya pesta demokrasi bagi siswa kelas XII sebagai pemilih pemula. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha hadir di tengah siswa SMAN 1 Kamal sebagai inspektur upacara, Senin (12/2/2018).

Ia meminta siswa waspada terhadap berita hoax alias palsu menjelang gelaran Pilkada Bangkalan dan Pilgub Jatim 2018.

Imbauan Anis, sapaan akrab Anissullah M Ridha itu lebih ditekankan kepada siswa kelas XII yang mulai bisa menggunakan hak pilihnya sebagai pemilih pemula.

"Sebagai pemilih pemula, adik-adik kelas XII harus mampu menyaring berita-berita tidak jelas, data dan sumber tak jelas. Biasanya akan muncul jelang pilkada," imbau Anis.

Menurutnya, berita hoax yang diunggah di media sosial salah satunya bertujuan menggiring opini pembaca untuk menciptakan kembencian terhadap salah satu kelompok.

"Polisi, Panwas, dan insan pers menolak berita hoax. Ini juga masih momen Hari Pers Nasional, jangan mudah percaya dan mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang tak jelas sumber dan datanya," jelasnya.

Dikatakan, siswa SMA merupakan kalangan potensial yang bisa berkontribusi terhadap pembangunan dan keamanan di lingkungan sekitar.

"Adik-adik bisa membawa suatu warna dalam pilkada dan pilgub. Jika tidak diarahkan dengan baik, akan cuek dan jadi golput. Memilih adalah menentukan masa depan. Ikuti kata hati, lihat programnya," paparnya.

Kehadiran polisi di setiap Senin merupakan program Polres Bangkalan 'Polisi Masuk Sekolah pada Senin (Simaskosin)' sejak 1,5 tahun terakhir.

Ini dikakukan sebagai upaya polisi mendekatkan diri guna membentuk siswa menjadi generasi bangsa yang berkarakter kuat.

Dalam kesempatan tersebut, tiga siswa mendapatkan hadiah berupa uang dari Anis. Dua siswa mampu menjawab dengan benar soal tanggal pelaksanaan pilkada, 27 Juni 2018. Sementara seorang siswa lainnya mampu menjawab kepanjangan dari singkatan Simaskosin.

"Saya sedih jika ada siswa berani sama guru. Apalagi sampai memukul guru seperti di Sampang. Keluarkan saja dari sekolah, negara ini ingin generasi berkarakter kuat," pungkasnya.

Kepala SMAN 1 Kamal Ganef Suprijanto menyatakan, pihaknya akan selalu mengingatkan siswa kelas XII terkait pentingnya partisipasi dalam pilkada.

"Ini baru pertama ada Simaskosin. Namun sebelumnya, kami telah mengingatkan siswa sebagai pemilih pemula," singkatnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help