Penyaluran Rastra di Tulungagung Salahi Aturan, Per Orang Hanya Dapat 2 KG

Beras Keluarga Sejahtera (Rastra) di Kabupaten Tulungagung, Jawa timur ternyata tidak tepat sasaran.

Penyaluran Rastra  di Tulungagung Salahi Aturan, Per Orang Hanya Dapat 2 KG
Surya/Moh Rivai
Ribuan Ton Raskin masih ngendap di gudang Bulog di Sumenep. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Beras Keluarga Sejahtera (Rastra) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ternyata tidak tepat sasaran.

Beras untuk keluarga miskin ini justru dibagi rata dan dinikmati pula oleh orang yang lebih mampu.

Hasil repostase di lapangan, kondisi ini hampir terjadi di semua desa di Tulungagung. Padahal beras ini seharusnya diberikan kepara pemegang Kartu Keluarsa Sejahtera (KKS) Rastra. Namun oleh pemerintah desa, beras ini ditampung di balai desa.

Beras kemudian dikemas ulang dan diratakan berdasarkan verifikasi yang dilakukan pihak desa. Akibatnya pemegang KKS Rastra hanya menerima antara 2 kilogram hingga 7,5 kilogram. Padahal seharusnya mereka mendapatkan 15 kilogram per orang.

Kondisi yang sama juga masih berlaku, saat Rastra berubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan BPNT pemegang KKS berhak mendapatkan 10 kilogram gratis, dengan kualitas lebih bagus dibanding Rastra. Namun beras ini juga masih dibagi rata.

Baca: Polda Jatim Kalah Praperadilan Bos Empire Palace Surabaya, Penyidik Akan Lakukan ini

“Sejak dulu sampai sekarang dapatnya cuma 2 kilogram,” ujar seorang warga Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat.

Beras Rastra yang dibagi-bagi sudah menjadi rahasia umum di antara para kepala desa di Tulungagung. Menurut Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tulungagung, Agus Suharto, data Rastra sudah tidak valid. Banyak warga yang tidak miskin namun masuk dalam data, sedangkan yang lebih miskin justru tidak masuk data.

“Seharusnya data itu dikeluarkan oleh desa, karena desa yang tahu kondisi sebenarnya. Selama ini justru kepala desa yang sering menjadi sasaran komplain warga yang tidak dapat,” ujar Agus.

Pengakuan berbeda diungkapkan seorang kepala desa di Kecamatan Campurdarat. Menurutnya selama ini banyak warga yang tidak terdata. Karena itu pihak desa mempunyai inisiatif untuk membagi beras itu sama rata.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help