Terlanjur Membuat Pondasi, Ternyata Program Bedah Rumah di Tulungagung Belum Pasti

di pondasi calon rumah anaknya, di Dusun Kedungmanten RT 01, RW 03, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Terlanjur Membuat Pondasi, Ternyata Program Bedah Rumah di Tulungagung Belum Pasti
Surya/David Yohanes
Pondasi rumah warga yang gagal mendapatkan program bedah rumah. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dengan hati dongkol Kaseri (62) mencabuti rumput yang tumbuh di pondasi calon rumah anaknya, di Dusun Kedungmanten RT 01, RW 03, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Menurut Kaseri, keberadaan pondasi itu bermula dari tipuan program bedah rumah.

“Awal tahun katanya mau dapat bedah rumah, terus April saya bangun pondasi ini. Tapi sampai sekarang bedah rumah itu tidak pernah ada,” ucap Kaseri kecewa, saat ditemui Senin (12/2/2018).

Lanjut Kaseri, pondasi itu merupakan syarat agar mendapatkan bedah rumah dari Dinas Pengairan dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya rumah anaknya, Didik Harianto memang kurang layak huni. Kaseri bahkan menjual sapi untuk membuat pondasi ini.

Baca: Bertemu Dua Tim Besar di Grup B PGK 2018, Persebaya Tertantang

Pondasi ini berukuran 5x10 meter. Sedangkan program bedah rumah ini nantinya akan memberikan material mulai pasir, semen dan batako senilai Rp 25 juta.

Kaseri bahkan membeli batako, khawatir bantuan itu nantinya kurang.

“Saya sudah tiga kali tanya ke perangkat, tapi tidak pernah ada kepastian. Akhirnya pondasinya juga tidak terpakai,” ujarnya.

Kekecewaan yang sama juga dialami oleh Sumarni.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help