Tol Pasuruan - Probolinggo Siap Diresmikan Jokowi Mei Mendatang

Pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) sudah mulai memasuki tahap akhir.

Tol  Pasuruan - Probolinggo Siap Diresmikan Jokowi Mei Mendatang
Surya/Galih Lintartika
DIKEBUT : Beberapa pekerja sedang menyelesaikan pembangunan PSN Tol Paspro, Senin (12/2/2018) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) sudah mulai memasuki tahap akhir.

Bahkan, rencananya, Tol Paspro ini akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada pertengahan bulan Mei mendatang. Rencananya, tol sepanjang 31,3 kilometer (km) yang menyambungkan Pasuruan dan Probolinggo ini siap dioperasionalkan untuk arus mudik tahun ini.

Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro Agus Minarno saat meninjau bangunan simpang susun Leces bersama PT Waskita Karya selaku pemegang proyek Tol Paspro, Dinas Pertanahan Kabupaten Probolinggo, dan beberapa pihak lainnya, Senin (12/2/2018) siang.

Kepada Surya, Agus mengatakan, saat ini, pihaknya memaksimalkan semua lini untuk bisa menyelesaikan proyek Tol Paspro. Ia mengaku, pengerjaan Tol Paspro ini akan dikebut.

Baca: Kamar Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina Digeledah Polisi, Teriakan Ibu Kandungnya Pecah

Sebab, akhir April, semua proses pengerjaan fisik sudah selesai. Nanti , awal Mei sampai menjelang peresmian oleh Presiden, akan finalisasi proyek Tol Paspro.

"Kami optimis bisa menyelesaikannya tepat waktu. Progres terakhir , untuk pengerjaan fisik sudah di angka 65 persen. Nah , sisanya ini kan menunggu beberapa kendala yang belum terselesaikan. Tapi, saya yakin kendala itu akan cepat selesai. Maksimal bulan depan , sudah bisa selesai semua," katanya.

Agus menerangkan, beberapa kendala itu adalah persoalan pembebasan lahan. Hingga sekarang, ada sekitar 30 bidang yang belum dibebaskan. Persoalannya , bervariasi kenapa lahan itu masih belum dibebaskan.

Ada yang masih sengketa, ada yang rebutan hak waris, ada yang tidak cocok harga dan masih banyak lagi.

"Kemarin, akhirnya kami terpaksa konsinyasi. Beberapa rumah sudah dieksekusi. Kami juga sudah melakukan upaya perundingan tapi, tidak ada titik temu. Ya sudah, akhirnya dilimpahkan ke pengadilan. Untuk lahan milik masyarakat, Insyallah akhir bulan selesai lah. Nanti awal bulan depan akan kami kejar pengerjaannga," jelas dia.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help