Ada 150 Warga Tulungagung Gagal Menerima Bedah Rumah, Begini Penjelasannya

mendata calon penerima program bedah rumah di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Kabupaten Tulungagung

Ada 150 Warga Tulungagung Gagal Menerima Bedah Rumah, Begini Penjelasannya
Surya/David Yohanes
Kondisi rumah salah satu warga yang gagal mendapat mendapatkan bedah rumah. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Mustajudin Alwi dikenali warga sebagai sosok yang mendata calon penerima bantuan bedah rumah.

Akibatnya banyak di antara warga tak mampu yang membangun pondasi, sebagai syarat pengajuan bangunan baru.

Mustajudin pun mengakui, dirinya pernah mendata calon penerima program bedah rumah di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Kabupaten Tulungagung.

Saat itu dirinya dikontrak sebuah CV yang menjadi rekanan dinas ini.

“Saya dikontrak selama satu bulan untuk melakukan pendataan. Selama bertugas saya juga dibekali dengan surat tugas dari dinas,” terang Mustajudin melalui sambungan telepon, Selasa (13/2/2018).

Baca: Long Weekend Harga Tiket Pesawat Surabaya ke Jakarta Capai Rp 800.000

Dalam pendataan itu ada dua jenis program bedah rumah yang mungkin dilakukan, yaitu renovasi dan pengajuan baru.

Renovasi sedang senilai Rp 10 juta, sedangkan renovasi besar hingga Rp 15 juta.

Sementara pengajuan baru diberikan untuk warga yang belum mempunyai rumah sama sekali.

Syaratnya, warga harus sudah mempunyai pondasi.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved